oleh : Annis D. Raksanagara
Saya coba menulis yang ingin saya tulis, bukan resensi. “Mengikat makna” dari buku yang kita baca, seperti anjuran Mas Hernowo.
Judul Buku: Catatan Hati Seorang Istri
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Mizan, 2007
Buku ini berisi kumpulan kisah tentang para istri. Ada yang diceritakan versi si istri itu sendiri, ataupun dari sisi suami, anak atau kenalan. Jalur utamanya adalah kisah tentang kesetiaan, terutama kesetiaan seorang suami, lebih khusus lagi adalah tentang kehadiran orang ketiga dalam hubungan suami istri.
Jelas sekali keberpihakan penulis terhadap konsep satu istri satu suami. Hal ini dapat dilihat dari susunan kisah yang disampaikan.
Kisah pembuka, bercerita tentang dialognya dengan seorang suami. Laki-laki ini mengatakan, seorang lelaki tidak akan menikahi seorang wanita dengan alasan apapun, kecuali cinta. Jadi, jika dia beralasan menolong, dan lain-lain, itu pasti bohong. Point yang saya suka dari kisah ini adalah tentang pertimbangan laki-laki tersebut untuk tidak menikah lagi, yaitu:
“kebahagiaan dengan istri kedua baru berupa kemungkinan, tetapi kerugiannya sudah sangat pasti, yaitu rusaknya hati istri pertama.”
Kisah-kisah berikutnya tentang adanya orang ketiga dengan berbagai variasi kondisi.
Kisah penutup, tentang seorang suami yang tetap setia terhadap istri pertamanya yang sudah meninggal.
Pertama kali saya tahu tentang buku ini dari seorang teman. Dia baru saja selesai menjalani proses panjang menceraikan suaminya yang dua kali menikah lagi tanpa izinnya pada saat dia menuntut ilmu.
Untuknya, buku ini menjadi penghibur. Ternyata kisah saya tidak ada apa-apanya dibandingkan kisah orang-orang pada buku ini, katanya.
Untuk saya, buku ini menjadi pengingat dan alat bersyukur, betapa Allah sayang pada saya, memberi suami yang baik dan penuh pengertian.
Saya sangat suka cara Asma menuliskan suara hati perempuan. Satu hal yang terpikir adalah, para suami harus membaca buku ini. Saya pun mendorong suami untuk mau membaca buku ini. Untuk pengetahuannya, untuk alat bersyukurnya, dan … untuk warning dari saya, hehehe…
Jadi ingat, beberapa tahun yang lalu saya dan suami pernah ’bercanda serius’ atau apa ya istilah yang tepat untuk obrolan seperti ini :
”Say, aku bersyukur sekali punya istri seperti dikau. Baik, mau membuatkan kopi, mau menunggu suami pulang, dll. Apakah semua istri juga seperti dikau ya ?” kata-kata menyanjung ini diucapkannya dengan senyum sambil membelai rambut saya mesra. Saya yang tersanjung serasa terbang ke awan, berbalik, menatap mata suami tersayang ini. Aha, ada setitik kerlip di matanya. Hanya setitik kecil, tapi itu sangat cukup untuk membuat saya kembali berpijak ke bumi, menjawab sama mesranya, ”Ya, tentu. Percaya deh, semua istri begitu. Dikau tidak perlu penasaran, siapa pun, dimana pun, seorang istri pasti bersikap seperti aku,” dan tak ketinggalan kerlip serupa di mata saya.
Bandung, 2 juli 2007
Sphere: Related ContentAnda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Print Artikel Ini
Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan |
Bisnis Hosting




December 31st, 2007 at 5:43 am
Catatan Hati Seorang Istri sebenarnya bukan karya Asma Nadia. Buku ini adalah kumpulan tulisan dari sejumlah penulis. Tapi anehnya, yang tertulis sebagai penulisnya adalah ASMA NADIA (tidak ada kata DKK). Dan di covernya ada foto Asma Nadia pula.
Di mana-mana, semua orang menyebut bahwa buku ini karya Asma Nadia. PADAHAL BUKAN!!!
Asma Nadia telah melakukan pembohongan publik!
January 23rd, 2010 at 7:36 am
Buku itu memang bagus…