DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Mon
14
Apr

Wanita Itu Bernama Masyitha

Posting byadmin

oleh Landy Akbar

Iman tidak ada kaitannya dengan kepandaian, melainkan ia berbanding lurus dengan sejauh mana kita mau berkorban dan bermujahadah untuk Agama Allah Swt. Karena berapa banyak hari ini orang yang pintar  tetapi malah menjual agamanya sehingga tidak ada iman di dalam diri mereka walaupun sebesar biji sawi.

Iman bukan sesuatu yang tiba-tiba datang begitu saja, seperti hujan yang turun dari langit, tetapi iman akan datang kalau ada usaha atas pembentukan iman. Iman tidak bisa hanya dibicarakan dan diseminarkan tetapi iman butuh sesuatu untuk dipraktekan.

Iman bukan bakat bawaan, bukan sesuatu yang kita peroleh karena garis keturunan kita. Iman adalah hasil dari suatu proses pengorbanan diri dan perasaan demi tegaknya setiap perintah Allah di dalam diri kita. Dan itu berarti setiap orang. Ya setiap orang sesungguhnya bisa memperoleh iman tersebut.

Ketika iman telah mencapai puncaknya, maka tidak ada lagi perbedaan antara emas dan tanah, kaya dan miskin, susah dan senang, pujian dan hinaan, karena semuanya telah terpuaskan dengan iman itu sendiri.

Iman adalah menafikan semua yang nampak dan hanya meyakini sesuatu yang tidak tampak, seperti malaikat, surga, neraka, kubur, masyar, mizan, syirat, dan lain sebagainya, karena sesuatu yang sekarang nampak suatu saat Allah akan musnahkan. Dunia yang kita diami sekarang ini, suatu saat Allah akan kiamatkan, Allah akan hancurkan dan Allah akan binasakan.

Banyak sekali cerita tentang keimanan tertulis dalam Alqur’an dan kisah-kisah lainnya yang bisa kita ambil sebuah pelajaran, sekaligus sebagai bahan renungan yang selanjutnya menyisakan sebuah pertanyaan, sejauh manakah keimanan yang kita miliki sekarang ini, apakah keimanan tersebut sudah masuk kedalam hati kita , atau baru pada permukaan bibir saja.

Salah satu kisah yang saya akan angkat kali ini adalah kisah tentang keimanan seorang wanita yang namanya sangat harum disebut-sebut oleh penduduk langit, bahkan Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bercerita : Ketika melakukan Isra’ aku mencium bau yang harum sekali. Aku bertanya, “Bau harum apa ini?” Jibril menjawab, “Bau harum tukang sisirnya anak Fir’aun (Masyitah) bersama anak-anak dan suaminya.”

Dikisahkan suatu hari sisir yang sedang digunakan untuk menyisir anak majikannya terlepas dari genggamannya, maka tersibaklah sesuatu yang pada awalnya disembunyikan. Karena keyakinan telah masuk kedalam hatinya maka secara sepontan ia berucap, “Bismillah ( dengan nama Allah )”.

Sebuah kalimat yang manghantarkannya kedalam siksaan yang tak berkesudahan yang dilakukan oleh Fir’aun dan para pengikutnya. “Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?” tanya Fir’aun kepadanya.

Masyitah menjawab, “Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu adalah Allah.”

Fir’aun langsung menghukumnya dengan mengikat kedua tangan dan kakinya dengan amat kencang, di lemparkannya ular-ular untuk menyiksanya. Penyiksaan ini terjadi bukan hanya satu atau dua kali tapi berulang-ulang kali dan berhari-hari. Sampai Fir’aun datang dan berkata, “Apakah kamu sudah menyerah.”

Garis nasib telah mentakdirkan wanita ini tercatat sebagai penghuni surga, untuk menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya, tentang sebuah makna keimanan. Segala siksaan teramat kecil bila dibandingkan dengan rasa cintanya kepada Allah Swt. Dengan tegas wanita itu berucap, “Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu adalah Allah.”

Fir’aun dengan sangat murka berkata, “Sungguh aku akan menyembelih anakmu dihadapanmu, apabila kamu tidak mau mengubah keyakinan.”

Masyitah menjawab dengan penuh keberanian, “Lakukan apa yang kamu ingin lakukan.”

Lalu Fir’aun memerintahkan untuk disiapkan tungku besar yang terbuat dari tembaga, lalu diisi dengan minyak dan dipanaskan.

Setelah itu memerintahkan untuk melemparkan anak-anak Masyitah satu per satu. Sampai kepada anak yang masih bayi, saat itu sang anak berkata, “Wahai ibu, lompatlah jangan takut sesungguhnya kamu benar.”

Rasulullah bersabda, “Ada empat anak yang dapat berbicara ketika masih bayi: anak ini (anak Masyitah ), saksi Yusuf as ( Yusuf : 26-27 ), anak kecil pada masa Juraij dan Isa bin Maryam as.

Ini merupakan keimanan yang kokoh, yang dapat menggoncangkan gunung bahkan Arsy Allah sekalipun. Keimanan yang diusahakan atas dasar cinta kepada suatu kebenaran, yang diwujudkan lewat perbuatan.

Sekarang kita dapat membandingkan keimanan seperti apa yang ada di dalam diri kita, apakah akan tetap kokoh mana kala hal yang sama menimpa kita seperti Masyitah dan keluarganya??? Atau akan bergeser hanya karena hal-hal yang berhubungan dengan urusan perut dan yang di bawah perut???

“Ya Allah sempurnakan iman kami sebagaimana Engkau sempurnakan Iman para sahabat Nabi saw. Ya Allah lindungilah kami dari siksa api neraka.”

*Data Penulis:

email : landy_akbar@yahoo.com
blog   : http://harapandiri.wordpress.com

Sphere: Related Content

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 19 May 2009. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
admin
Time:
Monday, April 14th, 2008 at 5:41 am
Category:
Renungan
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting