DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Sun
9
Nov

Waiting List

Posting byTri

Seribu satu cerita bisa dibuat pada saat mudik lebaran ke kampung halaman. Ini adalah satu cerita yang tertinggal dan hampir terlupa pada saat saya mudik ke kampung halaman, padahal inilah cerita yang berhikmah.

Saya pulang ke Tasikmadu, Karanganyar mungkin jika saya sebut hanya seperti itu, orang tidak akan tahu tetapi jika saya sebut daerah itu tempat makam Ibu Tien dan Bp Suharto mantan presiden pasti pada bilang OOOO…bulat.

Dari Bandung saya naik kereta api sampai stasiun Solo. Dari stasion ke tempat saya kira – kira 15 Km saya dijemput oleh bapak dan ibu. Di sepanjang perjalanan selain tentu saja menanyakan kabar orangtua, saya menanyakan kabar nenek, saudara – saudara dekat dan bahkan para tetangga.

Sambil menerawang kearah pemandangan sawah, ku – recall  obrolan – obralan dengan orang tuaku lebaran – lebaran sebelumnya. Dengan sekilas aku bisa membuat summary bahwa hampir setiap tahun selalu ada yang meninggal. Entah itu saudara dekat ataupun tetangga. Yang meninggal tidak semuanya karena usia yang uzur tetapi yang muda juga ada. Mereka meninggal karena kecelakaan, terkena penyakit dan serangan jantung mendadak. Seribu satu cara bisa menjadi jalan untuk kematian jika Allah sudah menghendaki. Aku masih teringat lebaran tahun lalu aku masih ketemu Ibu Dodo.

Waktu itu aku pulang jogging dengan bapakku, aku menyapa beliau. Tetapi lebaran tahun ini tidak ketemu lagi karena beliau sudah meninggal karena penyakit diabetes. Padahal beliau usianya lebih muda dari orangtuaku.Who is the next????

Itu adalah pertanyaanku dalam hati. Tetapi jika waktu dan pikiranku kuhabiskan untuk mencari jawabannya hanya wasting time and energy. Karena di dalam ajaran agama Islam memang diajarkan bahwa semua orang akan mati jadi jangan takut mati tetapi persiapkan diri untuk kematian itu sendiri, cari bekal sebanyaknya untuk pulang ke kampung halaman  yang sejati karena kita ini dalam posisi “Waiting List “ 

Sphere: Related Content

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 13 May 2009. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
Tri
Time:
Sunday, November 9th, 2008 at 3:13 am
Category:
Renungan
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting