DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Tue
3
Mar

Mengdikte Diri untuk Syukur

Posting byZulfikar Akbar

Tadi malam, keasyikan main catur dengan tetangga, tanpa terasa baru bisa tidur jam 3 pagi. Syukur pulas. Jam 5 bangun lagi saat jelang Shubuh. Ke mesjid sambil menikmati udara dingin pagi, wah aroma pagi terasa sangat indah—wah kaya puisi saja—.

Beberapa hal yang saya syukuri hari ini adalah:

1. Saya bisa bangun untuk shalat shubuh berjamaah walaupun hanya tidur 3 jam. Saya merasa menang atas diri sendiri yang sebenarnya sempat nyaris memaksa saya untuk tidur lebih lama.

2. Saya senang, jama’ah shalat Shubuh di Mesjid Jeuram semakin ramai saja. Kalau beberapa tahun lalu hanya 4-5 orang setiap Shubuh, sekarang telah penuh satu shaf, kira-kira jumlahnya sudah mendekati 50 orang, alhamdulillah.

3. Saya bisa berangkat ke kantor, sekalipun sebenarnya kantong sedang tipis habis. Apalagi tadi ditengah jalan, sekitar 15 KM dari rumah, dan 2O KM lagi ke kantor, ban motor bocor. Alhamdulillah, datang pertolongan dari adik angkatku, Darwis yang bayarkan ongkos tempel ban motor.

Alhamdulillah, Saya bisa mengucapkan syukur, karena tidak menujukan pikiran pada beberapa kendala riil yang sedang Saya hadapi. Baik persoalan kantong kempes habis, ban motor yang bocor ditengah jalan, sampai dengan perut keroncongan kehabisan uang.

Yah, ini hanya bentuk renungan, bahwa mengingat sisi anugerah yang diberikan Tuhan ternyata lebih membuat tenang daripada melulu melihat pada kekurangan yang ditemui saat menjalani merangkaknya matahari.

Melongok pada yang saya alami hari ini, seakan Tuhan menitipkan pesan:” Aku akan selalu memberikan setiap sesuatu yang memiliki 2 sisi yang bertolak belakang. Hal ini untuk membuatmu lebih mengenal diri, apakah engkau menujukan pikiranmu pada sisi minus dan engkau mengeluhkannya, ataukah engkau bersyukur dengan pemberian-Ku. Jika engkau mensyukuri apa yang Aku berikan, Aku pasti akan memberikan yang lebih baik padamu, tetapi jika engkau hanya bisa mengeluh, maka engkau hanya akan merasa susah, engkau hanya akan selalu memposisikan diri sebagai korban, sebagai pecundang. Seorang prajurit tangguh bukan cuma yang bisa berperang dengan segala perlengkapan yang ia miliki. Namun, prajurit tersebut harus bisa tetap maju sekalipun ia hanya diberikan amunisi sekedar yang mungkin dimilikinya. Disini yang menentukan ksatria dengan pecundang

Jeuram-Meulaboh 25022009

Published also in:

http://fickar.multiply.com

Sphere: Related Content

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 28 May 2009. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
Zulfikar Akbar
Time:
Tuesday, March 3rd, 2009 at 4:45 am
Category:
Renungan
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

One Response to “Mengdikte Diri untuk Syukur”

  1. online Says:

    membaca seluruh blog, cukup bagus

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting