DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!

Begitu rapuhnya lelaki itu, gambaran keperkasaan hilang. Sudut itu menjadi saksi kelemahannya. Berulang kali dia menyesali apa yang menimpa putri tercintanya. Sia – sia semua yang telah dia rintis. Matanya tertuju kepada selembar kertas yang ditulis buah hatinya sebelum maut menjemputnya.

Untuk orang tuaku tercinta..

Mungkin ketika kalian menemukan tulisan ini , semuanya sudah terlambat..

Ayah,

Terima kasih telah mengangkat kami dari kubangan lumpur, ke istana yang hanya ada dalam dongeng dimasa kecil. Hasil jerih payahmu telah mengubah sepeda butut yang biasa aku pakai ke sekolah menjadi mobil mewah yang tak pernah terbayang oleh kebanyakan orang.

Tapi bukan itu yang kami minta. Dosa kah Aku bila meminta waktumu 1 menit saja untuk mendengarkan betapa sukarnya Aku melalui semua ini. Satu menit bukan waktu yang lama, kau masih punya waktu 23 Jam 59 menit setelah di kurang 1 menit yang aku minta.

Ayah, tamparanmu ketika aku membuat ulah dengan memakai benda haram itu “terasa sejuk di hatiku” berarti kau masih sayang padaku, tapi kebanggaan ku menjadi sirna mana kala kau kembali sibuk dengan semua bisnismu dan membuatku semakin terpuruk dengan benda haram ini.

Tahukah engkau dalam ketidak sadaranku ketika memakai benda itu, aku menemukan masa kecil yang indah saat bersamamu. Ingatkah engkau ketika siang itu kau menjahit sepatuku yang sudah tidak bisa dipakai untuk sekolah, seakan aku menemukan sosok pria idaman yang bisa melindungiku.

Masih ingatkah ayah, ketika aku menangis meminta kau mengajak aku ke kebun binatang, karena ketidak adaan uang kau mengikat kain diantara dua buah pohon dan mengayun aku sehingga aku tertidur… damai sekali rasanya …

Apakah kau juga masih ingat ketika kita bangun pagi dan menjemput Ibu di pasar untuk membantu membawa dagangannya pulang kerumah? Aku seakan melihat sosok pria perkasa di dekatku ..

Aku teramat bangga memiliki engkau sebagai ayahku…

Tapi mengapa semua hilang seiring dengan membaiknya ekonomi keluarga kita…?
Kau jadi jarang dirumah…kadang aku lupa bahwa aku masih mempunyai seorang
ayah…

Ayah, aku rindu saat- saat itu, saat kau pasangkan pita merah di rambutku… menjadikanku putri tercantik di sekolah,

Ayah, aku teramat kehilangan engkau….,sangattttttttttttttt.

Ibu,

Betapa cantiknya engkau, mulus sekali kulitmu sehingga debupun enggan singgah disana.

Ibu… jiwa sosialmu membuat orang berharap engkau sebagai ibunya. Tuturmu membuat semua terpana dan berharap banyak dengan nasihat-nasihatmu.

Tapi kau lupa ibu, ada aku disini…
Yang seharusnya lebih engkau perhatikan dari pada mereka
Aku butuh engkau menghadapi perubahan diriku sebagai wanita…

Kenapa kau tidak ada disaat aku butuh itu..
Tahukah engkau betapa paniknya aku ketika darah pertama membasahi rok
sekolahku..
Aku perlu kau sekedar menenangkan gelisahku

Ibu…perlu bermenit-menit untuk aku mengetahui bagaimana caranya memasang pembalut. Aku lewatkan masa-masa itu sendiri… ya seorang diri…,

Aku juga manusia, Bu. Sama seperti orang-orang yang kau bantu di luar sana…
engkau begitu risaunya ketika tanaman koleksimu lupa disiram
oleh mbo ijah… Adakah kau juga risau ketika satu minggu aku tak disisimu..???

Ibu, aku juga manusia , aku anakmu, apakah tanaman dan kegiatan sosialmu lebih berharga ketimbang semenit saja bersama ku…???

Dalam kepulan asap benda laknat ini aku menemukan kedamaian, dalam suntikan jarum terkutuk ini aku menemukan diri kalian dalam bentuk yang lain.. bentuk yang telah lama hilang, yang sangat aku dambakan

Ayah…… Aku rindu saat aku berada di punggungmu yang kuat….
Ibu …. Aku rindu saat kau membuatkan ikatan di rambut hitam ku …

Aku rindu kalian…..

Dosa kah aku meminta satu menit dari waktu kalian…?

(kiriman dari  Landy Akbar)

Sphere: Related Content

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 24 December 2007. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
admin
Time:
Monday, December 24th, 2007 at 5:58 pm
Category:
Renungan
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting