DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Sun
9
Nov

Senangnya, Saat Anak Makin Mandiri

Posting bymaya

oleh Maya A. Pujiati | DuniaParenting.com

Kemandirian adalah salah satu tujuan pendidikan dan pengajaran. Hal itu tak bisa disangkal merupakan sebuah tolok ukur keberhasilan yang membanggakan bagi para pendidik di manapun.

Proses menuju mandiri berlangsung sejak anak-anak lahir. Tugas orang tua-lah untuk membimbing anak-anak untuk mencapai kemandirian sesuai dengan fase usianya. Hal pertama yang harus disadari adalah kenyataan bahwa belajar menuju kemandirian akan diawali dengan “kesalahan”.

Cobalah kita cermati atau kita ingat-ingat perilaku bayi-bayi kita. Awalnya bayi-bayi hanya bisa terlentang dan perlu bantuan kita untuk telungkup, namun lama- kelamaan mereka bisa melakukannya sendiri dengan terus berlatih setiap hari. Seiring usia, bayi pun terus meningkatkan keterampilan fisiknya, dari duduk, merayap, merangkak, berdiri, hingga berjalan. Dan ternyata, ada beberapa hal yang jika sekiranya kita abaikan, perkembangan keterampilan fisik itu jadi terlambat atau bahkan kurang berkembang dengan baik.

Salah satu penyebab yang saya percaya bisa menghambat perkembangan gerak fisik adalah “kurungan” yang kita sediakan buat bayi-bayi kita. Apakah “kurungan” itu? Kurungan itu adalah hambatan-hambatan berupa ruang yang sempit untuk anak-anak bergerak, seperti misalnya roda bayi, kebiasaan sering digendong, dan televisi.

Dengan asumsi bahwa dengan alat bantu berupa roda atau baby-walker, bayi akan lebih cepat berjalan, hal itu kini mulai banyak ditentang secara empirik. Pada kenyataannya, “mobil” bayi itu hanya akan membuat bayi bisa membawa tubuhnya dari satu tempat ke tempat lain tapi tidak menggerakkan otot-otot kaki dan tangan mereka. Tanpa latihan gerak secara alami, justru membuat otot bayi menjadi kurang optimal perkembangannya. Boleh-lah dikatakan, bahwa memang BELAJAR YANG PALING EFEKTIF ADALAH DENGAN MELAKUKANNYA . Buat Anda yang pernah punya pengalaman membesarkan bayi, pasti bisa melihat efek-efek dari setiap pola yang terapkan kepada bayi-bayinya.

Dengan alasan khawatir anaknya akan terluka karena terantuk tembok saat merangkak atau terjatuh saat berdiri, beberapa orang tua memilih untuk terus menggendong bayinya, meski sang bayi sudah berumur 6 – 9 bulan. Dengan alasan tak mau kotor, beberapa orang tua juga terus-menerus memasangkan diapers pada anaknya hingga usia 5 tahun bahkan lebih tanpa melatih mereka untuk bisa buang air di kamar mandi. Dengan alasan kepraktisan, beberapa orang tua juga masih terus memandikan dan menceboki anak-anaknya hingga usia 7 tahun lebih. Dengan alasan tak mau banyak bicara dan agar anaknya tenang saat ia bekerja, beberapa orang tua mendudukkan anaknya di depan televisi hingga berjam-jam lamanya, padahal ia sendiri tahu bahwa acara televisi tidak semuanya baik untuk ditonton oleh anak-anak. Banyak hal, banyak alasan, sering dilontarkan orang tua untuk membuat “kurungan” pada anak-anaknya untuk tumbuh menjadi mandiri.

Benar, bahwa untuk membuat anak bisa melakukan semuanya sendiri membutuhkan pengorbanan, entah itu kotor dan basah saat mereka sedang belajar mengambil minuman dan makanan sendiri, atau kita harus sering mengepel lantai karena anak masih pipis di celana dalam fase latihan tanpa diapers, atau banyak kertas terpakai untuk latihan anak-anak mencorat-coret sampai mereka bisa menulis dan menggambar dengan baik, dan lain-lain.

Jangan remehkan kemandirian anak betapapun dalam hal-hal yang sederhana: Membuang sampah ke tempatnya, membaca buku tanpa disuruh, menyapu tanpa diminta, mengerjakan worksheet tanpa dinilai, merapikan mainan tanpa diperintah, dll. Tahukah, bahwa kemandirian begitu menakjubkan dan membanggakan, bukan hanya bagi para pendidik atau pengajar, melainkan juga bagi anak-anak itu sendiri. Kemampuan untuk mandiri akan membuat anak-anak memiliki rasa percaya diri yang luar biasa dalam menempuh kehidupan.

Sepanjang perjalanan pendidikan yang terus berlangsung, satu demi satu keterampilan hidup harus diperkenalkan dan diajarkan, hingga akhirnya kita akan melihat anak-anak tersenyum bahagia dan optimis menghadapi hidup. Betapa senangnya saat anak makin mandiri. Tidakkah demikian?

Sphere: Related Content

Artikel terkait:

  1. Mitos tentang Belajar
  2. Tokoh Idola Anak-Anak
  3. Pengalamanku Sebagai Anak Adopsi

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 13 May 2009. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
maya
Time:
Sunday, November 9th, 2008 at 4:15 pm
Category:
Maya, pendidikan anak
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

One Response to “Senangnya, Saat Anak Makin Mandiri”

  1. Iesha Semakin Mandiri « hari-harikoe n family Says:

    [...] Saat SangĀ  Anak Makin Mandiri [...]

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting