<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pengalamanku Di Dunia Roh</title>
	<atom:link href="http://www.family-writing.com/kisah/pengalamanku-di-dunia-roh.html/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.family-writing.com/kisah/pengalamanku-di-dunia-roh.html/</link>
	<description>saat-saat keluarga menulis cinta dan impian</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jun 2010 07:10:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Pengalamanku Sebagai Anak Adopsi &#124; Blog Family Writing</title>
		<link>http://www.family-writing.com/kisah/pengalamanku-di-dunia-roh.html/comment-page-1/#comment-473</link>
		<dc:creator>Pengalamanku Sebagai Anak Adopsi &#124; Blog Family Writing</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 23:10:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=92#comment-473</guid>
		<description>[...] Kalau dipikir-pikir, apa salahku sama mereka. Aku hanya seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Toh, aku tidak melakukan suatu kejahatan apapun. Aku suka sekali merenung, sebenarnya ada apa denganku? Tidak disangka-sangka aku menjadi anak yang memiliki luka batin yang sangat dalam. Sekian belas tahun lamanya aku dihina-hina dan dikata-katai orang anak pungut, anak haram. Pada akhirnya, diusiaku yang menjelang 17 tahun, aku tahu tentang semua kebenaran ini. Inipun bisa terkuak karena adanya peristiwa yang berkaitan dengan perjalananku di dunia roh. Selengkapnya bisa dibaca di karya tulisku yang berjudul Pengalamanku Di Dunia Roh. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kalau dipikir-pikir, apa salahku sama mereka. Aku hanya seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Toh, aku tidak melakukan suatu kejahatan apapun. Aku suka sekali merenung, sebenarnya ada apa denganku? Tidak disangka-sangka aku menjadi anak yang memiliki luka batin yang sangat dalam. Sekian belas tahun lamanya aku dihina-hina dan dikata-katai orang anak pungut, anak haram. Pada akhirnya, diusiaku yang menjelang 17 tahun, aku tahu tentang semua kebenaran ini. Inipun bisa terkuak karena adanya peristiwa yang berkaitan dengan perjalananku di dunia roh. Selengkapnya bisa dibaca di karya tulisku yang berjudul Pengalamanku Di Dunia Roh. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
