DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Mon
4
Jun

Makan siang

Posting byRoshendanoor

Bagi sebagian pekerja kantoran di Jakarta Pusat,  hunting makan siang menjadi hiburan tersendiri. Biasanya dari mulut ke mulut informasi tempat-tempat  makan yang cepat, enak, murah sudah menjadi  pengetahuan umum.

Salah satu tempat yang menjadi favorit kami sekantor adalah nasi kapau di Senen. Sudah ada yang pernah  makan disana?

Siang itu kami bersusah payah mencari parkir, jalan  hanya satu arah, untung pak Amin sopir kantor kami  ikut, jadi tugas dialah cari tempat parkir aman.

Sampai ditempat kami harus bersabar nunggu bangku kosong, tentu tidak kosong sekaligus, jadi antri  satu-satu, “ngetek’ istilahnya (ingat jaman kuliah,  ‘ngetek’ bangku, katanya posisi menentukan prestasi  he he ). Biasanya menghilangkan suasana lapar  ‘ngetek’ itupun jadi bahan guyonan tersendiri, ya  kapan lagi melepas rutinitas kantor.

Akhirnya kami dapat juga posisi walau ngga ngumpul,  ah yang penting mah makan dulu deh. Menu kesukaan saya, udang balado dipesan, wah memang sedap sih nasi kapau disitu, pantas lah orang bela- bela ‘in’ datang.

Setengah porsi saya makan, tiba-tiba perut rasanya  mual, karena diantara kumis udang ada kumis lain  yang panjaaang, lalu saya tarik  iiihhhh kecoa  lengkap.

Sekuat tenaga saya nahan mual, ditengah ramainya  orang antri, saya teringat si ibu ini sebulan lalu  pernah muncul di majalah mingguan TEMPO, saya  terharu bacanya, betapa banyak dia menghidupi orang dari hasil jualan itu, kalau saya teriak, wah tidak  terbayang akibatnya, lalu saya angkat piring itu dan  saya bisikan, “tambuah mak! agih udang nan rancak  yo!” sambil saya liatin kecoa secara diam diam.

Aduh itu si mak, meluk saya erat sekali, saya tepuk-tepuk punggungnya, “indak apa apa mak, tapi ambo lah kanyang“, dia tidak perlu mengucapkan maaf.

Sesudah itu saya jarang kesana, bukan apa apa, si mak ngga mau saya bayar….

Sphere: Related Content

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 6 August 2007. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
Roshendanoor
Time:
Monday, June 4th, 2007 at 4:29 pm
Category:
Kisah
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting