BELAJAR MEMBACA | Bisnis Internet | Peluang Bisnis Hosting | Dunia Parenting
 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Fri
21
Sep

Belajar puasa

Posting byredaksi

oleh: Annis D. Raksanagara 

Ramadhan 1428 H menjadi tahun pertama Amira belajar saur pada waktunya. Sebelum ini, ’saur ‘nya Amira adalah saat bangun tidur. ‘Buka’nya adalah saat pulang sekolah atau saat dia ingin makan. Puasa lagi. Buka lagi. Dan, saat adzan Magrib dia akan ikut buka juga. Paling semangat, malah.

Membangunkan sahur menjadi perjuangan tersendiri. Untungnya Amira mungil, jadi saya masih sanggup menggendongnya ke kamar mandi dan ke ruang makan. Karena target tahun ini  ‘hanya ‘ membiasakan dia sahur pada waktunya, saya tidak membebani dia dengan keharusan makan makanan tertentu.

Hari pertama hanya digendong. Hari kedua, mau makan coklat dan makaroni rebus. Ada saat dia hanya mau makan es krim dan donat. Wah, ini kemewahan tersendiri. Rasulullah saja, kayaknya, gak ngalamin sahur makan es krim.

Hari ketiga, Amira main dengan Haura, Fawwaz dan Faiz. Keempatnya sama-sama baru belajar puasa. Sekitar pukul 11.00, Haura mengeluh sakit perut, Amira ngomel-ngomel gak jelas, dan Fawwaz diam saja. Faiz, paling kecil, sedang buka tahap 1. Masing-masing anak, secara terpisah, ditawari untuk buka. Semua menggeleng.  “Tidak. Saya mau puasa. Saya kuat. “ OK, para ibu tidak ada yang memaksa.

Tapi, Haura tetap sakit perut, Amira ngomel-ngomel, dan Fawwaz diam lesu. Akhirnya, ketiganya ditanya. Mau nasi pakai keju atau mie ? Serentak ketiganya menjawab : mie ! Hehehe, para ibu pun bergegas ke dapur membuatkan mie untuk ketiga anak kelas satu SD yang ingin berpuasa ini.

Segera semuanya anteng menghabiskan semangkuk mie+telur dihadapannya…

Setelah libur awal puasa selesai, Amira menjadi tahu, ternyata teman sekelasnya sudah ada yang puasa sampai magrib. Amira pun jadi ingin begitu. Hari pertama dan kedua sekolah, Amira berhasil bertahan. Puasa penuh sampai Magrib!

Ngabuburitnya saja dari pulang sekolah. Berlama-lama main pasir di sekolah, jalan-jalan ke pameran buku di mesjid Salman, minta dispensasi shalat Ashar sambil duduk karena lemas, membacakan buku, main game komputer, dll. Sempat terpikir, repot juga kalau sebulan saya harus begini. Saya kan harus menyelesaikan urusan kampus juga. Tapi, melihat betapa berbinar-binarnya mata Amira pada saat berbuka, betapa lahapnya dia menyantap makanan, rasanya semua kerja ekstra ini terbayar lunas.

Sampai saat ini, baru di dua hari itu saja Amira puasa sampai tamat. Beberapa kali pulang sekolah minta buka karena tidak kuat menahan haus.

“Tidak apa-apa kan, Mah?” tanyanya.  “Iya, boleh. Namanya juga kan masih belajar puasa, ” jawab saya. Amira lega karena belum harus menahan haus sampai Magrib setiap hari.

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 21 September 2007. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Belajar Bisnis Internet | Panduan Hosting Gratis | Belajar Wordpress

Author:
redaksi
Time:
Friday, September 21st, 2007 at 4:59 pm
Category:
Kisah
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Comments are closed.



Pustaka Nilna | Ide Usaha | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Free Hosting
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Pelatihan Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting