oleh: Dwinu Pandu
Mungkin judul di atas terlalu bombastis. Penulis aja bukan…. Lagian siapa yang sudah jadi penulis. Buku yang diterbitkan aja baru satu, dan nulisnya aja di buku harian, kok merasa diri jadi penulis.
Itulah yang saya rasakan ketika tulisan saya sudah terbit. Meski hanya dalam sebuah buletin karyawan di kantor saya. Juga ketika tulisan saya terpilih dibukukan bersama beberapa penulis lain oleh salah seorang penulis terkenal di negeri ini.
Perasaan saya berbunga-bunga dan seakan-akan melayang di udara. Pokoknya sukar dilukiskan deh….Itu baru diterbitkan bersama-sama dengan penulis lain.
Tapi benar lho, dulu waktu saya masih kerja di perusahaan dari negeri tirai bambu. Saya merasa diri ini bukan siapa-siapa. Saat itu, saya merasa menjadi orang termalang di seantero dunia. Kerjaan bertumpuk-tumpuk, gaji dan pangkat tidak naik-naik.
Tapi alhamdulillah saya ketemu buku-nya Hernowo. Buku-buku yang waktu itu membangkitkan saya yaitu buku Mengikat Makna. Kemudian saya makin ketagihan dengan buku motivasi membaca dan menulis dari Hernowo. Saya baca lagi buku Andaikan Buku itu Sepotong Pizza, Quantum Reading dan Quantum Writing.
Setelah membaca buku-buku itu, saya bisa berjalan tegak lagi di kantor, dan percaya diri saya tumbuh lagi. Lho memang ada hubungannya antara buku dengan percaya diri.
Ternyata ada. Setelah membaca buku-buku itu, tumbuh niat di hati saya. Kelak saya memiliki kebanggaan lain pada diri sendiri, yang bisa saya kabarkan kepada dunia dan juga kepada rekan-rekan di kantor saya, bahwa saya akan menjadi seorang penulis….
Seperti pesan Hernowo, saya memulainya dengan menulis buku harian atau diary. Isinya segala aktivitas saya yang saya lakukan kemarin saya tuangkan ke dalam tulisan.
Dari mulai aktivitas bangun pagi sampai dengan berangkat ke kantor. Dari mulai situasi jalanan yang saya lewati sampai dengan materi obrolan dengan teman saya ketika mengarungi belantara lalu lintas di ibukota. Biasanya tulisan di buku harian itu saya akhiri ketika saya sampai di rumah.
Ternyata apa yang ditulis oleh Hernowo benar-benar terjadi. Setelah saya menuliskan buku harian setiap hari selama beberapa bulan, selalu ada gairah yang meletup-letup untuk dikeluarkan oleh hati dan harus segera dituangkan ke dalam tulisan.
Beberapa kali hasil tulisan saya itu saya kirimkan ke media, meskipun tak pernah ada yang dimuat. Sempat kecewa memang, semangat yang menggebu-gebu tidak berbanding lurus dengan hasil yang saya dapat.
Namun begitu, saya tidak berputus asa. Tulisan-tulisan yang ditolak itu saya kirimkan berbagai milis. Sebagai penulis pemula, waktu itu saya ingin pengakuan dari orang lain tentang kualitas tulisan saya.
Dan ternyata benar, sambutan dari orang lain sangatlah menggembirakan. Banyak email yang datang langsung ke mailbox saya. Sebagian besar memberikan pujian terhadap tulisan saya. Benar-benar sungguh menakjubkan….
Sejak itu, mulailah tulisan-tulisan saya diketahui oleh teman-teman sekantor. Sehingga editor buletin karyawan di kantor saya meminta naskah tulisan saya ke dalam buletin yang diterbitkannya.
Kemudian, ketika tulisan saya sendiri diterbitkan menjadi sebuah buku, perasaan saya makin berdebar-debar tak menentu….. Meski saya sempat sedikit kecewa, ketika setelah launching perdana buku saya ini masih sukar ditemukan di toko-toko buku.
Tapi kekecewaan saya itu terbayar lunas, ketika akhirnya melihat buku dengan nama saya terpajang dengan rapi di sudut toko-toko buku besar di pulau jawa. Sejajar dengan penulis-penulis idola saya.
Perasaan yang timbul itu sama dengan melaksanakan akad nikah, tepatnya ketika saya mengucapkan ijab qabul di depan penghulu, tidak karuan dan berjuta rasanya.
Jadi, bila ada yang krisis percaya diri, menulislah….kelak percaya diri itu akan anda dapatkan. Saya sudah mendapatkannya….kenapa anda tidak ?
Dari Seorang Penulis Pemula
Dwinu Pandu
Incoming search terms for the article:
- menjadi penulis pemula
- download quantum writing hernowo
- ebooks downloads buku quantum writing oleh hernowo
- quantum writing download
- cara download buku mengikat makna hernowo
- quantum writing ebook
- pengaeang besar yang memulainya dengan menulis di buku harian adalah
- media yang di butuh kan dalam pengajaran writing
- karyawan jadi penulis
- quantum writing hernowo ebook
Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
|
Ebook Gratis Cara Cari Uang Di Internet Cocok Untuk pemula yang masih gaptek banget dengan bisnis online. |
Peluang Bisnis Terbaru 2012 Cocok buat pemula yang nggak bisa internet marketing |









November 14th, 2007 at 5:17 am
Saya ibu rumah tangga.Saya ingin coba menulis tentang hidup saya. tapi saya takut dibilang basi. gimana caranya ya?
November 17th, 2007 at 7:09 am
Betul sekali. Kadang saya juga merasa bahwa hidup saya terlalu biasa untuk dituangkan dalam sebuah tulisan. Saya hanya seorang karyawati biasa dari sebuah perusahaan biasa dengan kehidupan yang sangat biasa-biasa saja.
Tapi setelah saya coba menulis kehidupan saya selama beberapa waktu, saya jadi punya cara memandang kehidupa n yang biasa itu dengan sudut pandang lain.
Belakangan saya sering telat masuk kantor karena angkot yang saya tumpangi sering ngetem. Kesal luar biasa karenanya. Kenapa betah ngetem lama-lama? Jalan doooonk!!!, sering saya teriak-teriak dalam hati. Kemudian saya bayangkan ketika saya harus menuliskan ini dalam diary, dan saya cari-cari sisi lainnya. Saya perhatikan sopir angkotnya sering melamun ketika ngetem. Apa yang dia pikirkan? Mungkin kekhawatiran kalau-kalau setoran hari ini tidak cukup. Mungkin anaknya yang sedang sakit dan butuh biaya? Mungkin impiannya untuk memiliki angkot sendiri yang sepertinya mustahil tercapai? Mungkin memikirkan penumpang aneh yang ditemuinya tadi malam? Mungkin…mungkin…
Dan perjalanan yang biasa itu berubah jadi perjalanan yang penuh cerita….
Bedanya manusia dengan makhluk lain adalah: manusia selalu berusaha mencari makna dalam setiap kegiatan hidupnya. Iya kan?