BELAJAR MEMBACA | Bisnis Internet | Peluang Bisnis Hosting | Dunia Parenting
 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Thu
31
Jan

Melangkah Satu Dasawarsa Bersama

Posting byredaksi

oleh: Dwinu Panduprakarsa

Bunda,
Pagi ini ayah teringat peristiwa sepuluh tahun yang lalu. Sebuah peristiwa yang pasti tak terlupakan dalam hidup ini. Pagi itu ayah meminang bunda menjadi pendamping hidup ayah. Menjadi pelengkap setengah jiwa ini.

Diiringi sang surya, serta rembulan, ternyata waktu terus melangkah perlahan. Kini, kita telah mengarungi bahtera ini selama satu dasawarsa.
Sungguh, ini bukan waktu yang singkat. Banyak onak dan duri telah kita lewati bersama. Dan biduk itu terus berlayar sampai kini 21 Desember 2007.

Bunda, Terima kasih untuk,
Keikhlasan berpeluh penat bersama ayah serta anak-anak selama dasawarsa ini.
Menjadi seberkas cahaya ketika gelap gulita menerpa keluarga kita.
Menjadi setetes air ketika hati ini panas membara.
Menjadi sebuah rem ketika ketika keinginan menerjang mengikuti pesan sang iblis.

Setelah satu dasawarsa kita bersama, telah ada penerus-penerus iman
kita di masa yang akan datang. Penerus itu adalah, Tita dan Echa.

Tita,

Kini dirimu telah melewati usia sembilan tahun. Ayah dan bunda tahu,
belum banyak yang bisa ayah serta bunda berikan kepadamu. Hanya doa dan sedikit usaha agar dirimu bisa lebih baik menghadapi waktu-waktu mendatang.

Kami makin banyak belajar dari kehidupan ini, khususnya setelah dirimu terdiagnosa Autisme pada tahun 2000 lalu. Lewat kehadiranmu, hidup ayah dan bunda lebih bermakna. Kami menjadi lebih dekat kepada Sang Kuasa.

Kesulitan yang dirimu alami ternyata menjadi berkah buat keluarga kita.
Ayah dan bunda yakin, karena kesulitanmu itu, Allah SWT menjadi sayang kepada keluarga kita. Banyak kemudahan nyata terbentang buat ayah dan bunda.

Echa,

Telah tiga tahun lebih dirimu menemani Kakak Tita, serta Ayah dan
Bunda.

Lewat dirimu ayah dan bunda juga belajar. Belajar pekerti menghadapimu.
Belajar bernegoisasi denganmu.
Belajar menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, yang kadang ayah sendiri tak tahu jawabnya.

Sebab, dulu, kami sudah telanjur yakin, bahkan sedikit over confidence, bahwa mendampingi dan mendidikmu tak akan melebihi kesulitan dibanding ketika kami membesarkan kakak Tita.

Kami baru tahu setelah dirimu berulang tahun kedua. Ternyata tidak
mudah juga mendidik anak yang tak mengalami kesulitan sepertimu. Tak dinyana oleh kami setelah itu, banyak kesulitan menghadang juga ketika mendidikmu menghadapi kehidupan ini.

Namun, melihat tingkah lakumu yang polos dan lugu, menjadi penyejuk
dahaga keletihan kami. Khususnya ketika kami mulai resah memikirkan masa depan Kakak Tita. Kehadiranmu, membuat kami sedikit riang dan terhibur di tengah keresahan itu.

Lewat dirimu, ayah dan bunda menjadi haru, dan kemudian menjadi tahu, akan tahap-tahap pertumbuhan seorang anak manusia. Sebab kami tak mengalami, apalagi merasakannya dulu bersama Kakak Tita.

Melihat tumbuh kembangmu, kami hanya bisa berucap dalam hati. Sungguh Maha Besar kekuasaan Sang Maha Penggenggam Dunia ini.

Tita & Echa.

Tetap berdoa ya agar kita semua selalu dalam lindungan dan kehadirat
Allah…..

Ayah dan bunda sudah cukup senang ketika mendengar doa yang dilafalkan Kakak Tita belum lama ini, “Allahumaghfirli Waalliwalidayya Warhamhumma Kamma Rabbayani Shagiraa…

Nanti, Echa belajar doa itu juga ya…sama Kakak Tita.

Bunda,

Kelak, akan ada episode baru yang akan kita hadapi bersama. Kita akan menghadapi berbagai onak dan duri.Terus jaga anak-anak ayah ya….Tolong jaga kehidupan mereka agar tak jauh dari tuntunan agama kita. Ayah khawatir terhadap kehidupan dunia di masa datang. Dunia dimana anak-anak kita akan berjuang. Kelak tanpa kita di sisi mereka.

Bekali mereka dengan ilmu dan amal yang bermanfaat, agar kelak ketika kita sudah tak ada di sisiNYA, ada doa-doa yang dilantunkan oleh mereka, yang akan meringankan beban serta kesulitan kita di alam sana.

Melalui bait-bait ini, ayah berjanji, menjadi ayah yang baik buat
anak-anak, serta suami yang bisa meringankan beban di pundak bunda.
Khususnya dalam mendidik anak-anak kita di masa yang akan datang. Tolong ingatkan ayah, jika tak mampu melakukan niat ayah ini.

_____
Sebait kata untuk Istriku Peppy Purwandari, dan putriku Redita Syifa serta putraku Rasya Hafidzan.

Sudirman@211207

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 20 May 2009. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Belajar Bisnis Internet | Panduan Hosting Gratis | Belajar Wordpress

Author:
redaksi
Time:
Thursday, January 31st, 2008 at 3:10 pm
Category:
Ekspresi
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Comments are closed.



Pustaka Nilna | Ide Usaha | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Free Hosting
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Pelatihan Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting