DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Wed
4
Jul

Berdebat untuk mandi

Posting bynilna

oleh: Annis D. Raksanagara

Tentang Siti, jadi ingat kemarin. Saya di Bandung dari Senin, Amira di Bogor dengan nenek kakeknya. Selasa pagi mereka ke rumah adik saya yang mengkhitankan anaknya, setelah itu ke Bandung.

Sampai di Bandung didrop di ITB, menemani saya hampir 1 jam. Pulangnya ke Bursa buku di PvJ Sukajadi sampai magrib. Mestinya sih dia cape ya?
 
Tapi, yang ada, dia masih sangat punya energi untuk berdebat dan bercerita.

Berdebat untuk urusan mandi. Dia tidak mau mandi, padahal kakeknya sudah sengaja menyiapkan air hangat
(jangan dibahas : kok bukan ibunya ya…hehe).

K (Aki): Amira mandi dulu ya.

A (Amira) : Mengapa  harus mandi? Tidak mandi nggak masalah kan?

K : Tapi badannya lengket karena keringat

A : Nggak tuh…
(dan beberapa alasan lain dari Aki yang selalu dijawab, nggak tuh…)

Saya dan Neneknya senyum saja. Gaya komunikasi mereka memang kayak Tom n Jerry.

Akhirnya Amira minta dukungan saya agar dia tidak perlu mandi.

A : Gak perlu mandi kan, Mah? Ya, kan? Ya, kan?
Dia berkata sambil mengedip-ngedipkan sebelah matanya. Halah, bapaknya banget. Kali ini saya juga tidak boleh kalah set.
 
M (saya) : Sekarang kita hitung apa saja kerugiannya kalau Amira mandi.

A, merasa di atas angin : Harus buka baju.

M : Satu. Apa lagi?

A : Harus ke kamar mandi.

M : Dua. Apalagi?

A : Harus pake sabun.

M : Memangnya rugi? Gak kan? Berarti ada dua ya ruginya. Sekarang, apa untungnya kalau Amira mandi?

Amira menjawab dan saya menghitung, badan segar, kuman hilang, wangi, aki senang, bersih.

M : Wah, ada lima ya untungnya. Kalau Amira mandi, ruginya ada dua, tapi untungnya lima.

Amira pun dengan ikhlas membuka sendiri bajunya dan mandi dengan semangat.
 
Badan segar membuatnya punya energi baru. Masuk kamar, bukannya tidur, dia mainkan 9 buku tulis barunya. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan karena saya di situ sambil merapikan kamar. Amira ngoceh sendiri, membuat cerita dari gambar-gambar di sampul buku. Begitu saya sadar dia sudah berimajinasi ke mana-mana, saya jadi berpura-pura tetap sibuk dan tidak memperhatikannya. Tapi saya nguping. (Rupanya nenek kakeknya juga mendengarkan dari ruang lain). Lebih dari setengah jam dia bercerita. Kalau ditulis bisa lebih dari dua buku nih..
 
Amira belum lancar menulis. Mungkin nanti setelah beberapa saat di SD saya ajari ngetik di komputer. Salam saja dulu untuk ‘Kakak-kakak di Salman’ yang masih sering dia sebut dalam cerita-ceritanya.
 
Salam,
Annis

Sphere: Related Content

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 6 August 2007. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
nilna
Time:
Wednesday, July 4th, 2007 at 4:55 pm
Category:
Ekspresi, Kisah
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting