DUNIA PARENTING | Bisnis di Rumah | Bisnis Hosting | KIRIM ARTIKEL | PENDAFTARAN JADI PENULIS

Selamat datang di Blog Family Writing

Tanpa kita sadari, ternyata banyak hal tak bisa kita ungkap dengan berbicara. Anehnya ketika tercurah lewat tulisan, gelora itu melesat keluar begitu saja. Jiwa kita terbebas dengan keluarnya kata demi kata.

Kita semua pasti punya cerita. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Karena itu kami undang Anda menuliskan cerita-cerita Anda. Caranya mudah sekali. Bergabung, lalu Login dengan username dan password Anda, lalu mulailah bercerita. Ayo Bergabung! Klik Disini.

 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Sat
17
May

Doa Untuk Sahabat

Posting byadmin

Om, ayah nakal ya, kok ditembak polisi? Apakah karena aku minta dibeliin sepeda, ayah jadi ditembak polisi?

Dengan polosnya bocah kecil mengajukan pertanyaan yang tidak pernah bisa saya jawab. Saya berjuang keras agar air mata saya tidak terjatuh, dan mulai menutup lembaran surat yasin yang sedang saya baca mengiringi hari ke-3 kematian sahabat saya itu. Dengan sekuat tenaga saya mencoba menarik nafas sedalam yang saya bisa, dan mulai berkata kepada Rian bocah kecilu89 anak almarhum teman saya.

“Apa Rian pernah dimarahin atau di pukul Ayah?” tanya saya dan dijawab dengan gelengan kepala.

“Trus apa yang Ayah bilang ama Rian ?”, tanya saya lagi sambil merapatkan kepala bocah kecil tersebut dalam dekapan dada saya.

“Ayah bilang Rian harus belajar ngaji, trus gak boleh nakal ama ibu, dan harus tetep sekolah agar jadi anak pintar!”  jawaban yang mengalir mulus dari bibir bocah berusia 5 tahun itu.

Maafkan saya ya Allah, karena tak kuat untuk menahan air mata lebih lama lagi, sambil mengelap butiran hangat yang mulai membasahi pipi, saya berkata, “Berarti ayah gak nakal, jangan percaya dengan apa yang Rian dengar diluar sana. Sekarang Rian harus patuh sama ibu, jangan nakal, jaga ibu, belajar ngaji biar jadi anak sholeh, trus Rian jangan lupa sholat dan berdoa supaya Ayah disayang Allah disana.”

Hanya kata-kata itu yang keluar dari bibir saya, entah apakah anak ini mencerna dan memahami apa yang saya sampaikan. Yang jelas keadaan telah membuat seorang bocah menjadi yatim, seorang istri menjadi janda, dan keadaan pula yang menyudutkan sahabat saya pada suatu sudut dalam hidupnya sehingga dunia hitam menjadi pilihannya dan timah panas petugas menghantarkannya menuju Ilahi.

Ya Allah, saya tidak ada kuasa sedikit pun untuk merubah setiap keputusan-Mu, sama tak kuasanya untuk menahan sahabat saya melangkah lebih jauh memasuki dunia yang seharusnya tak perlu dilaluinya.

Ya Allah, rahmat dan ampunanmu melebihi dosa yang pernah kami buat, maka ampunilah dosanya.

Ya Allah, pandanglah kebaikan yang pernah dia buat setidaknya dia pernah menuju rumah-Mu walau sudah lama sekali berlalu, ketika kami kecil, ketika mengaji menjadi rutinitas kami di sore hari.

Ya Allah, mungkin semua orang akan bersaksi bahwa tiada kebaikan pada dirinya, tapi Engkau maha tahu ya Allah, adakah diantara hamba-Mu yang tak pernah berbuat dosa ?

Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keihlasan hati setiap hamba-Mu, bukankah pelacur yang berdosa kau ampuni ketika memberi minum seekor anjing yang kehausan, sahabat saya ini pernah mengumandangkan Adzan, pernah membaca kitab-Mu, menahan lapar untuk berpuasa, jadikanlah pemberat timbangan kebaikannya.

Ya Allah, dengan kasih sayang-Mu luaskanlah kuburnya, hilangkanlah siksa kubur baginya, berikanlah naungan padanya dipadang Masyar, dan tataplah ia dengan pandangan rahmat-Mu

Ya Allah, jaga sahabat saya, sayangi dia sebagaimana Engkau menyanyangi para kekasih-Mu

Selamat jalan sahabat, kadang hidup gak memberikan banyak pilihan. Terima kasih untuk persahabatan yang pernah ada, terima kasih karena pernah menjadi bagian dan mewarnai hidup gw, gw gak pernah nyesel dan malu punya sahabat elo dan gw harap elo juga sama, semoga kebahagian selalu bersama elo disana. amien. amien.amien.

Love,
Ardian Ermawan bin Rianto Mulyadi

Jakarta, 1980 – 2007
Landy_akbar
blog http://harapandiri.wordpress.com

Sphere: Related Content

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 13 May 2009. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan | Bisnis Hosting

Author:
admin
Time:
Saturday, May 17th, 2008 at 12:46 pm
Category:
Curhat
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Leave a Reply



Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting