oleh: Mama Lutfi
Subhanallah, Maha Suci Allah dari segala kesia-siaan. Aku meyakini bahwa kehadiran anak-anak bukanlah kesia-siaan. Mereka hadir membawa sesuatu untuk menjadi sesuatu.
Alhamdulillah, kedua anakku kini sudah terlelap. Betapa pulas. Padahal sebelumnya mereka berkeras menolak untuk tidur. Dan dengan berbagai cara, akhirnya mereka pun bersedia mengistirahatkan tubuhnya.
Kurasa semua ibu akan sepakat bahwa, saat anak-anak tertidur, itulah saat yang tepat untuk merebahkan tubuh dan menghela nafas, setelah sepanjang hari, kami para ibu, menemani mereka.
Melelahkan memang, namun sekaligus menyenangkan. Betapa tidak, ada banyak kisah sepanjang kebersamaan ini. Kisah suka berbaur duka juga kisah yang sarat makna. Semuanya ada.
Bila dilihat dan didengar oleh hati, semua ibu akan mendapat beribu hikmah dari setiap ungkapan dan tingkah polah mereka. Dibalik kesederhanaan ucapannya, seringkali kita merasa diingatkan dan disadarkan oleh mereka.
Seperti suatu sore, menjelang mandi, anak pertamaku yang berusia 5 tahun mengungkapkan :
” Ibu, Biarin aja Aa berkulit hitam, yang penting sholeh, ya…seperti Bilal, biar hitam tapi sholeh.”
Subhanallah. Saat itu segera saja aku mengiyakan dan memberi sedikit penguatan terhadap ucapannya.
“Iya. Bilal itu meskipun berkulit hitam tapi dia sholeh, sahabat nabi yang setia, bahkan jadi muadzinnya Rosul. Seneng, Ya !”
Ya. Sejak saat itu anakku tidak pernah lagi mempermasalahkan warna kulitnya. Bahkan setiap kali waktu sholat tiba, dia segera melantunkan adzan dan seringkali menjadi imam sholat, meski aku hanya berpura-pura menjadi ma’mumnya.
Kurasa, inilah pembelajaran yang sangat efektif dari Allah.
Pembelajaran tentang keragaman penciptaanNya. Karena itu aku selalu menjadikan moment seperti ini untuk menanamkan nilai-nilai. Semua nilai-tauhid , akhlak bahkan syariah, bisa diramu dan dikaitkan dengan peristiwa tersebut.
Semua ibu yang memiliki putra, kurasa harus jeli dengan moment seperti ini. Dengan kesederhanaan kata-kata, kita bisa menjelaskan tentang perbedaan dan keragaman ciptaan Allah. Ada temannya yang bertubuh besar, sedang dan kecil. Ada yang berkulit putih dan sawo matang. Ada teman yang kuat menahan tangis saat di tinggal ibunya di sekolah, tapi ada juga yang sering menangis hanya karena ditinggal ibunya dari ruang kelas.
Saat inilah bisa kita pahamkan, bahwa semua perbedaan itu tidak menjadi masalah, karena Allah menciptakan semua makhluknya dalam keadaaan tidak sama. Dibalik semua itu pasti ada maksudnya. Didalamnya ada keseimbangan dan saling membutuhkan.
Hal yang perlu ditanamkan kepada mereka adalah pentingnya kita memiliki sikap terbaik terhadap sesama mahluk Allah. Yang bertubuh kecil tidak boleh sedih, karena Allah akan selalu memberi kekuatan. Sementara yang bertubuh besar, tidak boleh sombong, karena Allah yang Maha Besar tidak akan suka melihat perilakunya. Yang berkulit hitam, tidak perlu malu, karena Allah tidak melihat manusia dari warna kulitnya. Bahkan dalam Hadistnya Rasulullah pun bercerita: pernah mendengar suara terompah Bilal di Syurga !
Bilal, budak hitam legam berambut keriting seperti kismis, masuk surga. Karena apa? Karena Bilal memiliki Iman yang kuat kepada Allah.
Subhanallah. Perlahan tapi pasti, aku perhatikan, si sulung anakku tidak pernah lagi memperlihatkan sikap yang berlebihan bila disekitarnya terdapat perbedaan.
Alhamdulillah, dia tidak lagi memperlihatkan sikap minder terhadap kekurangannya, juga kekurangan orang lain. Begitupun terhadap kelebihan yang dimiliki temannya, dia tidak bersikap mengagungkan. Biasa saja.
Sungguh, dalam hati aku sebagai ibu, berharap : Semoga penjelasanku diterima direlung hatinya dan disimpan di lubuk akalnya, agar menjadi bekal di kehidupannya kelak.
Dan diatas itu semua, aku pun berdo’a : semoga dia dapat mencintai dirinya dengan apa adanya. Bahagia menjadi dirinya yang telah diciptakan Allah dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Dan kelak, dia tampil menjadi manusia yang penuh percaya diri sambil tetap tawadlu dihadapan tuhanNya. Semoga.
Waallahu a’lam bishshowab.
Sphere: Related ContentAnda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Print Artikel Ini
Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan |
Bisnis Hosting




February 18th, 2009 at 11:14 am
Sy mahasiswi psikologi UIN Malang yg sdang mnyelesaikan skripsi dngn judul “Peran Orangtua Dalam Membimbing Anak Autis Memasuki Usia Pubertas. Sy mmbutuhkan responden ato alamat tmpt perkumpulan ortu penyandang autis ato sejenisx di wilayah Jatim. Bsa jg klo da yg bersedia jd responden dngan sukarela sy akan sngt2 berterima kasih