oleh Dudi Mulyadi
Tadi malam hujan deras sekali
sebabkan Cihideung meluap airnya
karena laju air tertahan bambu-bambu tumbang,
air melimpah ke mana-mana
dengan dorongan kuat bertenaga,
menggerus sawah-sawah yang baru ditanduri
serta kolam di sekitarnya.
gemuruh air begitu hebatnya
bikin gentar siapa coba mendekatinya.
Mana mungkin kekuatan alam begitu dahsyatnya
hendak diatasi tangan manusia.
Jadilah orang menonton saja.
Itu pun dengan harap-harap cemas tentunya.
Bagaimana nasib sawah dan kolam miliknya.
Esok paginya,
pagi benar orang sudah menjenguk harta miliknya.
Hendak diketahui bagaimana peruntungannya.
Guruh air belum sepenuhnya reda
di sungai di parit ada di sana.
Pecah keheningan dengan suara manusia.
Riuh rendah bak ayam baru turun dari sarangnya.
Ditimpahi suara guruh air disekitarnya.
Ada yang menjerit tangisi benih padi habis hampir setengahnya.
Ada yang bahkan habis sama sekali, katanya.
Ada yang pematang sawahnya jebol bermeter-meter panjangnya.
Ada yang menyangka
ikan habis terhanyut air entah ke mana.
Semua dengan keluh kesahnya.
Menyesali kenapa bala datang tak kira-kira.
Sungguh tak habis dipikir, katanya.
Bagaimana ini kelajutannya.
Apalah hendak dikata.
Semua takdir Yang Maha Kuasa.
Manusia bisa apa.
Tinggal menerima,
tawakal atas segala yang menjadi kehendak-Nya.
email penulisĀ : dudi.mulyadi@yahoo.com
Sphere: Related ContentAnda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Print Artikel Ini
Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Bisnis Internet | Bisnis Sampingan |
Bisnis Hosting



