<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Family Writing &#187; pendidikan anak</title>
	<atom:link href="http://www.family-writing.com/category/pendidikan-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.family-writing.com</link>
	<description>saat-saat keluarga menulis cinta dan impian</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Mar 2010 07:56:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mitos tentang Belajar</title>
		<link>http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 04:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Maya]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Maya A Pujiati &#8211; Belajar-Membaca.com
Bertahun-tahun lamanya sejak sekolah lahir, hakikat belajar lambat laun terselubungi mitos-mitos yang mendukung keberadaan institusi tersebut. Apakah itu? Jeanette Vos dalam bukunya yang padat berisi, berjudul The Learning Revolution menuliskan 4 hal, yaitu:
1. Sekolah adalah tempat terbaik untuk belajar
2. Kecerdasan bersifat tetap
3. Pengajaran yang menghasilkan pembelajaran
4. Kita semua belajar dengan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/ekspresi/belajar-membaca.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa'>Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa</a> <small>Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman yang bertanya tentang Cara...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: Maya A Pujiati &#8211; <a target="_blank" href="http://belajar-membaca.com">Belajar-Membaca.com</a></p>
<p>Bertahun-tahun lamanya sejak sekolah lahir, hakikat belajar lambat laun terselubungi mitos-mitos yang mendukung keberadaan institusi tersebut. Apakah itu? Jeanette Vos dalam bukunya yang padat berisi, berjudul The Learning Revolution menuliskan 4 hal, yaitu:</p>
<p>1. Sekolah adalah tempat terbaik untuk belajar<br />
2. Kecerdasan bersifat tetap<br />
3. Pengajaran yang menghasilkan pembelajaran<br />
4. Kita semua belajar dengan gaya yang sama.</p>
<p>Kini, bahkan di sekolah sekalipun, sedikit demi sedikit konsep tentang belajar seperti 4 mitos di atas semakin ditinggalkan. Meski masih &#8220;terbata-bata&#8221; menerjemahkan paradigma belajar yang lebih menyenangkan, banyak sekolah, khususnya sekolah swasta memberlakukan cara belajar mengajar yang lebih dinamis: Buku pelajaran full color, tempat belajar ditata penuh warna, guru yang bersahabat, metode mengajar berbasis konsep multiple intelligence, dan hal-hal menyenangkan lainnya.</p>
<p>Akan tetapi, ternyata tak semua orang bisa memasuki wilayah belajar senyaman itu, karena kenyamanan yang diperoleh tak bisa dibayar hanya dengan senyuman, melainkan harus dengan merogoh uang jutaan. Sanggupkah?</p>
<p>Terlepas dari sanggup ataupun tidaknya kita mengeluarkan dana jutaan untuk sekolah yang nyaman, saya justru menemukan esensi penting dari semakin gugurnya mitos belajar seperti dikatakan Vos. Menurut saya, sejak jaman dulu, saat sekolah belum se-eksis sekarang, belajar bukanlah pekerjaan, sehingga seseorang yang ingin belajar harus tunduk pada sebuah birokrasi kerja. Belajar adalah kebutuhan hidup yang dengannya manusia bisa menjadi manusia mandiri. Karena itulah, orang seharusnya bisa belajar di manapun mereka menemukan sesuatu yang pantas, yang menarik, atau yang berguna untuk dipelajari.</p>
<p>Bukankah kisah-kisah para pencari ilmu di masa lalu memang lebih seru. Saking menariknya, sampai-sampai bisa dibuat serial cerita pengembaraan berpuluh atau bahkan beratus-ratus episode. Para pencari ilmu mengembara dari satu tempat ke tempat lain, mencari guru-guru yang faqih di bidangnya masing-masing, lalu kembali pulang sembari mengamalkannya di sepanjang perjalanan.</p>
<p>Saya rasa, kini pun hal semacam itu masih relevan dan akan terus relevan sepanjang waktu. Modal pentingnya hanyalah satu, yaitu <span style="font-weight: bold">Semangat untuk Belajar</span>. Tanpa semangat belajar, anak lulusan sekolahan pun acapkali tergagap-gagap melihat realitas hidup, karena sesungguhnya mereka tak boleh berhenti belajar jika berniat mengarungi dunia nyata. Selama anak-anak tak kehabisan semangat belajar, mereka akan terus menjadi pembelajar mandiri di manapun mereka berada, dan mereka Insya Allah akan sanggup menghadapi tantangan hidup.</p>
<p><strong>Masih percaya mitos? </strong></p>
<p>Oh ya, baca juga ebook terbaru saya tentang kesalahpahaman orang tua dalam mengajarkan anak membaca, di situs <a target="_blank" href="http://belajar-membaca.com/ebook/">Belajar Membaca</a>. </p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fekspresi%2Fmitos-tentang-belajar.html%2F';
  addthis_title  = 'Mitos+tentang+Belajar';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/" title="mitos ttg hidu">mitos ttg hidu</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/" title="mengapa orang jaman dahulu percaya mitos">mengapa orang jaman dahulu percaya mitos</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.635 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/ekspresi/belajar-membaca.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa'>Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa</a> <small>Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman yang bertanya tentang Cara...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/ekspresi/mitos-tentang-belajar.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
