BELAJAR MEMBACA | Bisnis Internet | Peluang Bisnis Hosting | Dunia Parenting
 
TRAINING GRATIS MEMBANGUN BISNIS ONLINE DAN INTERNET MARKETING, 100% GRATIS!
Jangan sampai terlambat! Hari ini daftar, dan langsung praktek. Benar-benar GRATIS! Klik Disini!
  EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!
Tue
5
Jun

My Family, My Inspiration, My Energy

Posting byBudhiana

My Family
My Inspiration
My Energy….
 
SEJAK remaja sampai sekarang, saya sangat menyukai musik rock. Tidak semua musik dan lirik lagu rock bersifat liar. Banyak musisi rock yang menceritakan perasaan dan pengalaman pribadinya dalam bentuk lagu-lagu rock.
Salah musisi yang saya sukai sejak saya SMP adalah Peter Criss dari grup rock KISS. Dan, salah satu lagu yang memberi inspirasi ke dalam benak saya sejak saya remaja adalah lagu berjudul “Beth”.

Saya kutipkan satu bait dari  “Beth”
 
You say you feel so empty
that our house just ain’t a home
And I’m always somewhere else
and you are always there alone
 
Kau berkata bahwa kau merasa hampa
rumah kita bukan tempat tinggal kita
Dan aku selalu berada entah di mana
sedangkan kau selalu di sana, sendiri….
 
(Yang ingin lirik lengkapnya, silakan cari di search engine. Very touching)
 
Criss bercerita bahwa ternyata banyak sekali rumah (house) yang tidak menjadi tempat tinggal (home) bagi penghuninya. Banyak keterasingan antara suami, istri, dan anak-anak justru saat mereka ada di dalam rumah (house).
Rumah yang mewah, ternyata tidak selalu menjadi tempat tinggal yang teduh bagi jiwa dan raga si penghuni. Suami secara fisik boleh saja berada dekat istri, tetapi secara jiwa berjauhan (I am always somewhere else, and you’re always there alone).
 
Mengapa rumah kita bukan tempat tinggal kita? Why is a house not a home?
 
A house akan gagal menjadi a home jika para penghuninya gagal memahami, gagal memaknai arti dari setiap gerakan, setiap sikap, setiap sifat, setiap gesture dari setiap anggota keluarga.

Memaknai anggota keluarga, memaknai belahan jiwa kita adalah kunci ke arah sebuah home.

Memaknai memerlukan latihan pemaknaan, latihan perenungan.

Pernahkah si istri memaknai bekas keringat kotor di kerah suami? Pernahkan anggota keluarga memaknai apa artinya si ibu yang belakangan mengisi piring kosongnya dan menunggu suami dan anak mengisi penuh piringnya?
Pernahkah kita memaknai senyuman dan gelak tawa anak kita?
 
Jika kita tidak pernah memaknai hal-hal “kecil” ini, kita tidak akan pernah memahami mangapa Tuhan mengamanatkan kita untuk berkeluarga. Jika kita tidak pernah memahami hal-hal “kecil” ini, maka rumah kita akan garing. Dan kita akan terjerumus kepada apa yang dituliskan oleh Peter Criss.
 
Salah satu latihan untuk mengasah kemampuan memaknai ini adalah dengan : menulis.

Ketika kita duduk di meja dan siap untuk menulis di kertas atau di komputer, maka saat itulah kita niatkan untuk mengeksplorasi pemaknaan. Dan ketika kita akan menulis hal-hal “kecil” tentang keluarga yang kita cintai, maka ini kita namakan family writing.

Tulislah apa yang berkesan tentang anak, istri, suami, dan anggota keluarga lainnya. Jadikan ini media komunikasi antar keluarga. Jadikan ini sebagai bukti bahwa kita mencintai keluarga.
 
Ketika sesama anggota keluarga bisa memahami pemaknaan kita, betapa benih-benih cinta akan mulai tumbuh di dalam keluarga.

Ketika cinta tumbuh di keluarga, kita akan merasakan bahwa rumahku adalah surgaku (baiti jannatii..)

Dan, ketika rumah sudah menjadi surga, kita ingin segera kembali ke rumah. Dan ketika rumah sudah menjadi surga maka, kita akan optimis mengarungi dunia di luar rumah..
 
Ketika menjadi pembina masyarakat gelandangan di kawasan Bongkaran, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saya melihat ada sebuah rumah kardus. Dan ketika saya melongok ke dalam pada suatu magrib, ayah dan anak istri (yang sama-sama) pemulung itu, sedang salat berjamaah diterangi lampu tempel. Kemudian mereka menyantap makanan yang seadanya diawali dengan membaca doa sebelum makan. Rumah boleh dari kardus, tapi mereka merasa rumah itu sebagai surga mereka.
 
Teman-teman, mulailah menuliskan pemaknaan teman-teman terhadap keluarga. Jadikanlah keluarga sebagai kekuatan kita.
 
My Family
My Inspiration
My Energy
 
Salam

Incoming search terms for the article:

Anda mau curhat, atau menceritakan kisah hebat anda? Ayo Kirimkan Sekarang Juga!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Dunia Parenting - Buku Anak di Facebook
 Print Artikel Ini

Artikel ini diterbitkan oleh Blog Family Writing dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 6 August 2007. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Baca juga artikel menarik lainnya di:
Sekolah Menulis | Jurnal Pustaka Nilna | Belajar Bisnis Internet | Panduan Hosting Gratis | Belajar Wordpress

Author:
Budhiana
Time:
Tuesday, June 5th, 2007 at 3:53 pm
Category:
Budhiana
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:

Comments are closed.



Pustaka Nilna | Ide Usaha | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Free Hosting
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Pelatihan Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting