<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Family Writing &#187; fickar</title>
	<atom:link href="http://www.family-writing.com/author/fickar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.family-writing.com</link>
	<description>saat-saat keluarga menulis cinta dan impian</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2011 23:22:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Menulis, untuk apa?</title>
		<link>http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 01:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fickar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[oleh Zulfikar Akbar Bisa saja terbetik beragam alasan untuk seseorang menulis. Untuk kepuasan batin, untuk popularitas, atau untuk apapun. Tidak ada yang salah terkait dengan apapun yang melandasi seseorang untuk menulis. Namun, saya melihat, landasan untuk menulis sangat berpengaruh pada &#8216;power&#8217; dari sebuah tulisan yang dihasilkan. Disini saya mencontohkan dengan tulisan Imam al Ghazali dengan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Zulfikar Akbar</p>
<p><em>Bisa saja terbetik beragam alasan untuk seseorang <a target="_blank" href="http://sekolah-menullis.com">menulis</a>. Untuk kepuasan batin, untuk popularitas, atau untuk apapun. Tidak ada yang salah terkait dengan apapun yang melandasi seseorang untuk menulis.</em></p>
<p>Namun, saya melihat, landasan untuk menulis sangat berpengaruh pada &#8216;power&#8217; dari sebuah tulisan yang dihasilkan. Disini saya mencontohkan dengan tulisan Imam al Ghazali dengan tulisannya yang masih bertahan ratusan tahun dan sampai sekarang masih dengan mudah bisa ditemui dalam beragam bahasa-bahasa dunia. Sebut saja Ihya&#8217; Ulumuddin&#8212;sebagai satu contoh dari banyaknya penulis kesohor lainnya&#8212;, sebuah tulisan yang tidak saja dibaca oleh Muslim kendati yang dibahas dalam <a target="_blank" href="http://pendidikan-rumah.blogspot.com">buku </a>ini tidak jauh-jauh dari nilai dan kandungan dalam Islam, namun juga dibaca oleh banyak non-muslim.</p>
<p>Dari situ tercetus tanya dikepala saya, bagaimana sebuah tulisan itu bisa memiliki energi sebegitu kuat, sehingga bisa bertahan sedemikian lama. Sebelumnya, sempat tersimpulkan dikepala saya beberapa kemungkinan:</p>
<p>1. <a target="_blank" href="http://pustakanilna.com/intermedia">Ilmu </a>yang dimiliki oleh penulisnya yang sudah sedemikian tinggi</p>
<p>Cuman, jika ini menjadi penyebabnya, saya sendiri bingung, apa yang bisa dijadikan sebagai indikator kuat seseorang bisa dikatakan bisa berilmu tinggi. Karena tentu saja, kekuatan sebuah pengetahuan tidak bisa disamakan dengan tokoh kanak-kanak Power Rangers, kekuatannya terukur dari kemampuan mereka yang selalu bisa menaklukkan semua musuhnya. Ini jelas berbeda.</p>
<p>2. Waktu pencarian pengetahuan yang lama</p>
<p>Ya, bisa saja ini benar. Sebab dengannya akan <a target="_blank" href="http://jurnalprojesi.info">membuat </a>seorang penulis bisa memiliki banyak komparansi, banyak perbandingan yang selanjutnya akan dengan sendirinya menjadi suplemen  terhadap kekuatan tulisannya. Tetapi saya tidak yakin ini sebagai sebuah kemutlakan.</p>
<p>3. <a target="_blank" href="http://pustakanilna.com">Proses </a>penghayatan yang maksimal</p>
<p>Juga bisa jadi ini benar. Hanya saja, ini juga terasa mengambang. Karena ini melahirkan satu tanda tanya baru, pada titik mana sebuah penghayatan bisa dikatakan <a target="_blank" href="http://internetbisnis.us/bisnispilihan">maksimal</a>.</p>
<p>4. Orientasi</p>
<p>Belajar dari beberapa penulis&#8212;lepas apapun genre tulisannya&#8212;, mereka terlihat memang mengabdi penuh pada tulisannya. Apa yang bisa membuat tulisannya menarik? Selain, terasa benar, mereka seringkali menulis dan melihat tulisannya tidak serta merta dari sudut pandang <a target="_blank" href="http://internetbisnis.us">pribadi </a>saja, tetapi juga melihatnya dari pandangan luar dari dirinya. Intinya, saya sedikit teryakinkan, keobjektifan sebuah tulisan sangat berpengaruh pada <em>power</em> tulisan tersebut.</p>
<p>Sejauh itu, saya kira, ini semua memang juga masih bisa dan sangat ber<a target="_blank" href="http://internetbisnis.us/pulsa">peluang</a> untuk diperdebatkan.</p>
<p>______<br />
Zulfikar Akbar.<br />
<a target="_blank" href="http://www.fickar.multiply.com/">http://www.fickar.multiply.com</a><br />
<a target="_blank" href="http://ficklaotze.wordpress.com/">http://ficklaotze.wordpress.com</a></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fopini%2Fmenulis-untuk-apa.html%2F';
  addthis_title  = 'Menulis%2C+untuk+apa%3F';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="untuk apa menulis">untuk apa menulis</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="menulis untuk apa?">menulis untuk apa?</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="menulis untuk apa">menulis untuk apa</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="peluang bisnis rumahan di multiply">peluang bisnis rumahan di multiply</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="menulis dengan hati adalah energy dari sebuah tulisan">menulis dengan hati adalah energy dari sebuah tulisan</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="kekuatan sebuah tulisan">kekuatan sebuah tulisan</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="doa jurnalistik">doa jurnalistik</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="cache:6GkvS9symlMJ:www family-writing com/curhat/doa-untuk-sahabat html/ mengucapkan doa untuk teman yang meninggal">cache:6GkvS9symlMJ:www family-writing com/curhat/doa-untuk-sahabat html/ mengucapkan doa untuk teman yang meninggal</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="cache:6GkvS9symlMJ:www family-writing com/curhat/doa-untuk-sahabat html/ kumpulan doauntuk sahabat">cache:6GkvS9symlMJ:www family-writing com/curhat/doa-untuk-sahabat html/ kumpulan doauntuk sahabat</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/" title="cache:6GkvS9symlMJ:www family-writing com/curhat/doa-untuk-sahabat html/ kumpulan doa utk sahabat">cache:6GkvS9symlMJ:www family-writing com/curhat/doa-untuk-sahabat html/ kumpulan doa utk sahabat</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.099 ms -->

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/opini/menulis-untuk-apa.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

