<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Family Writing &#187; nilna</title>
	<atom:link href="http://www.family-writing.com/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.family-writing.com</link>
	<description>saat-saat keluarga menulis cinta dan impian</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2011 23:22:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Model Pendidikan Yang Nyaman Buat Anak-Anak</title>
		<link>http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/</link>
		<comments>http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 01:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nilna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maya]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[model pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Maya A Pujiati Tulisan ini saya buat berdasarkan sebuah pertanyaan yang dilontarkan salah seorang pembaca blog Pendidikan Rumah ke email saya. Pertanyaannya adalah: &#8220;Bagaiamana konsep membuat pendidikan yang nyaman buat anak didik serta menumbuhkan minat dan kreatifitas anak?&#8221; Saya bukanlah pakar pendidikan. Jawaban saya hanyalah berdasarkan pengetahuan otodidak yang saya dapat dari buku-buku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/ekspresi/belajar-membaca.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa'>Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa</a> <small>Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman yang bertanya tentang Cara...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Maya A Pujiati</p>
<p>Tulisan ini saya buat berdasarkan sebuah pertanyaan yang dilontarkan salah seorang pem<a target="_blank" href="http://pustakanilna.com">baca</a> <a target="_blank" href="http://pendidikan-rumah.blogspot.com" target="_blank">blog Pendidikan Rumah </a>ke email saya. Pertanyaannya adalah: &#8220;<em>Bagaiamana konsep membuat pendidikan yang nyaman buat anak didik serta menumbuhkan minat dan kreatifitas anak</em>?&#8221;</p>
<p>Saya bukanlah pakar <a target="_blank" href="http://pustakanilna.com/intermedia">pendidikan</a>. Jawaban saya hanyalah berdasarkan pengetahuan otodidak yang saya dapat dari <a target="_blank" href="http://sekolah-menullis.com">buku</a>-buku yang saya baca dan pengayaan yang saya lakukan saat berinteraksi dan mengamati anak-anak saya belajar.</p>
<p>Secara singkat bisa dikatakan: konsep pendidikan yang nyaman buat anak adalah model pendidikan yang sesuai dengan <span style="font-weight: bold">dunia mereka</span>, <span style="font-weight: bold">karakter mereka</span>, dan <span style="font-weight: bold">kebutuhan mereka</span>. Adapun dunia anak bisa saya jelaskan sebagai berikut:</p>
<p>1. Anak-anak hidup dalam dunia bermain. Kalau kita ingin memasukkan nilai atau muatan pelajaran apapun pada mereka, masuklah dari dunia bermain. Contohnya: Ajari mereka memasak dengan membawa mereka ke dapur, dan biarkan alat-alat dapur sekaligus menjadi alat-alat mereka untuk bermain.</p>
<p>2. Bagaimanakah karakter anak-anak? Banyak teori memang terkait karakter ini. Tapi secara umum saya bisa menyimpulkan bahwa hampir semua anak terbuka terhadap hal-hal baru jika orang tuanya membuka keran untuk itu. Kalau seandainya kita adalah guru di sebuah sekolah formal, prinsipnya tidaklah jauh berbeda. Ciptakan suasana gembira dan BEBAS DARI RASA TAKUT UNTUK BERTANYA, MELAKUKAN, dan MENCOBA HAL-HAL BARU di kelas kita.</p>
<p><span style="font-weight: bold">CATATAN</span>: <span style="font-weight: bold">Hal-hal baru buat anak-anak bisa jadi merupakan sesuatu yang nggak penting buat orang dewasa. Di situlah kita harus bijak dan mengerti. Seekor ulat mungkin nggak ada hebatnya buat orang dewasa, namun begitu menarik untuk diamati dan diteliti oleh anak-anak. </span></p>
<p>3. Apakah kebutuhan anak-anak? Kebutuhan anak-anak pada setiap fase pasti berbeda dan juga amat <a target="_blank" href="http://internetbisnis.us">beragam </a>antara satu anak dengan anak lainnya. Bagi seorang guru di sebuah <a target="_blank" href="http://internetbisnis.us/pulsa">kelas </a>yang terdiri dari beberapa anak, hal ini memang agak rumit. Butuh kesabaran dan kejelian mengamati semua anak dan melayani semua kebutuhan mereka. Ilmu tentang Multiple Intelligence akan membantu kita untuk mengatasi kesulitan ini.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Tentang bagaimana membangkitkan kreatifitas anak, saya jadi ingat dengan salah seorang guru SD saya dulu. Beliau mengajar kami di kelas 5 dan kelas 6. Sekolah saya dibangun dengan program SD INPRES, yang sebentar-sebentar kembali rusak dan bahkan roboh karena kualitas bahan bangunannya menyedihkan. Tapi hebatnya, <a target="_blank" href="http://jurnalprojesi.info">guru</a> saya yang honorer ini tetap gembira mengajar dan menurut saya sangat kreatif. Belajar bersama beliau membuat kami tidak bosan di dalam kelas dan bahkan cenderung malas untuk pulang ke rumah.</p>
<p>Guru saya selalu punya media yang menarik untuk menjelaskan sebuah materi pelajaran. Beliau pancing rasa ingin tahu dan ketertarikan kami dengan media-media visual yang kami buat sendiri. Sering sekali beliau memberikan tugas-tugas praktis secara berkelompok ataupun perorangan untuk membuat sesuatu, yang kini saya baru sadar, ternyata dimaksudkan untuk mempermudah visualisasi sebuah materi pelajaran. Misalnya saja, beliau tugaskan kami untuk membuat poster dengan model kliping: Gambar-gambar dari potongan koran atau majalah bekas ditempelkan di atas selembar karton putih. Poster itu lalu dipasang di dinding. Setiap kelompok kebagian topik yang berbeda-beda. Ruangan kelas kami pun menjadi semarak. Minimalnya, ada sesuatu yang enak dipandang mata saat berada di dalam kelas.</p>
<p>Selain itu, beliau juga mengajak kami untuk melengkapi dan meperindah sekolah dengan membuat pagar bersama-sama dari bambu. Karena kami tinggal di desa, tentu tak sulit untuk mendapatkannya. Kami bawa batang-batang bambu yang sudah dipotong-potong dengan ukuran yang sama dan siap untuk disusun dan digabungkan dengan bambu-bambu yang dibawa oleh seluruh anggota kelompok. Di sekolah kami memaku bambu-bambu itu, dan jadilah pagar-pagar buatan kami sendiri. Sungguh membuat kami bangga, <span style="font-style: italic">lho</span>!</p>
<p>Saat musim hujan tiba, kami juga punya jadwal untuk berkebun. Karena halaman sekolah kami tidak bersemen alias tanah merah yang kosong, jadi kami bisa menanaminya dengan macam-macam sayuran. Setiap hari Jumat kami membawa peralatan berkebun dari rumah. Setiap kelompok diberi jatah lahan sama rata. Supaya kami termotivasi, guru kami yang inovatif ini memberikan tantangan agar kami berlomba dalam mengurus kebun sampai kebun kami menghasilkan tanaman yang bisa dipanen.</p>
<p>Satu hal lagi yang masih saya ingat adalah ketika kami berlomba membuat dan menghias tumpeng dari nasi uduk yang harus kami buat dengan cara <span style="font-style: italic">diliwet</span>. Di halaman belakang kelas, kami membuat tungku-tungku untuk memasak. Alatnya hanya panci kastrol dan wajan. Keterampilan memasak nasi liwet adalah pelajaran yang remeh tapi menurut saya menarik dan tentunya bermanfaat. Tragedi menimpa saya saat itu. Nasi liwet yang saya buat masih mentah, padahal waktu yang diberikan sudah habis(he he). Meskipun sudah banyak konsep hiasan yang saya siapkan dari rumah,tapi semuanya tidak berarti karena nasinya nggak bisa dimakan sama sekali. <span style="font-style: italic">Duh</span>, sedih sekali rasanya waktu itu!</p>
<p>Nah, kembali ke guru saya: Saya menyimpulkan bahwa apa yang beliau lakukan dulu tidaklah tercantum dalam silabus atau kurikulum pendidikan yang diperoleh dari diknas. Buktinya, guru-guru lain di sekolah saya tidak pernah melakukan hal itu pada kelas yang dipegangnya. Apa yang beliau lakukan adalah murni hasil inovasi beliau sendiri.</p>
<p>Jadi, yang akan membuat anak-anak kreatif, menurut saya juga dipengaruhi oleh semangat guru-gurunya. Buat para <span style="font-style: italic">homeschooler<span style="font-style: italic"></span></span>, maka orang tua-lah guru utamanya, dan buat anak-anak di sekolah formal, maka guru-lah yang menjadi pembimbingnya.</p>
<p>Selamat <a target="_blank" href="http://internetbisnis.us/bisnispilihan">berkreasi </a>buat para guru di manapun berada. Jangan lupa untuk selalu belajar dan terus belajar tanpa henti, karena pintar dan kreatifnya anak didik kita juga tergantung dari peningkatan kualitas guru-gurunya.</p>
<p>sumber: <a target="_blank" href="http://pendidikan-rumah.blogspot.com/2008/08/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak_15.html">http://pendidikan-rumah.blogspot.com/2008/08/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak_15.html</a></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fwww.family-writing.com%2Fmaya%2Fmodel-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html%2F';
  addthis_title  = 'Model+Pendidikan+Yang+Nyaman+Buat+Anak-Anak';
  addthis_pub    = 'pustakanilna';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="model pendidikan">model pendidikan</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="model pendidikan anak">model pendidikan anak</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="model model pendidikan">model model pendidikan</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ belajar membaca">cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ belajar membaca</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="pendidikan yang nyaman">pendidikan yang nyaman</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="tips belajar nyaman buat anak">tips belajar nyaman buat anak</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ materi pelajaran anak usia 5 tahun">cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ materi pelajaran anak usia 5 tahun</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ belajar anak anak">cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ belajar anak anak</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ metode membaca untuk anak usia dini">cache:okbLsQOLzJkJ:www family-writing com/opini/belajar-membaca-untuk-anak-usia-dini html/ metode membaca untuk anak usia dini</a></li><li><a href="http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/" title="ebook gratis keterampilan bambu">ebook gratis keterampilan bambu</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.803 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.family-writing.com/ekspresi/belajar-membaca.html/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa'>Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa</a> <small>Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman yang bertanya tentang Cara...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.family-writing.com/maya/model-pendidikan-yang-nyaman-buat-anak-anak.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

