<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Acara Family Writing : Ungkapkan Cinta dan Impian Anda</title>
	<atom:link href="http://www.family-writing.com/acara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.family-writing.com</link>
	<description>saat-saat keluarga menulis cinta dan impian</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jun 2010 07:10:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://www.family-writing.com/acara/comment-page-1/#comment-232</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 02:30:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.family-writing.com/?page_id=5#comment-232</guid>
		<description>Lama gak setor tulisan (disini kan gak terlalu perlu setor muka). Kali ini pun hanya ingin cerita singkat saja.
 
Kang Nilna n team,
mau lapor perkembangan Amira -alias Siti- saja. Pada rapor semester 1 di kelas 1 SD desember lalu, nilai Amira berada di sekitar rata-rata kelas. +/- 0,1 sd 0,2 lah. Tapi ada 2 point yang agak jauh di atas rata-rata ( &gt;0,5 ) yaitu : berbicara dalam bahasa indonesia dan berbicara dalam bahasa inggris. Hehe, saya senang sekali melihatnya. Komentar gurunya, jika diminta menceritakan ulang atau menceritakan gambar, Amira sering menceritakan dengan kata-kata pilihannya sendiri, bukan sekedar mengulang kata bu guru.
 
Selain itu, sampai saat ini Amira masih konsisten kalau ditanya cita-cita dia akan jawab ingin menjadi komikus. Paling sering sih dia menggambar ulang tokoh-tokoh komik dari buku atau tv. Beberapa kali dia membuat sendiri kisah dalam bentuk gambar berseri. Saya senang saja mengamati perkembangannya. Dari gambar yang tadinya sama sekali tidak mirip aslinya, sampai setelah banyak pengulangan dia bisa menggambar dengan detail yang jauh lebih lengkap.
 
Satu hal menarik lagi, Amira punya ketertarikan terhadap sesuatu yang puitis/teatrikal. Sejak mengenal istilah kata-kata berima, dia sering menggunakannya saat berkomunikasi. Pun ketika sedang marah. Setelah ngomel : Amira kan jadi kesel, sebel.... Detik berikutnya, dia bicara lagi, eh, Mah, tadi kan kalimat berima, kesel, sebel, hehe...
Saat lain, dia ingin ditemani ke kamar padahal saya masih di kamar mandi. Saat saya keluar kamar mandi, tampak Amira di muka pintu, menadahkan kedua tangan sambil berlutut dan menatap kepada saya dan berkata, &quot;temani daku ibunda&quot;. Deuhhh, gak kuku deh....
Banyak lagi peristiwa sejenis.
 
Yang ingin saya sampaikan,
&quot;Thanks ya. Pengalaman 2 hari ikut family writing hampir setahun yang lalu, turut mewarnai kondisi Amira hari ini.&quot;
 
 
Annis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lama gak setor tulisan (disini kan gak terlalu perlu setor muka). Kali ini pun hanya ingin cerita singkat saja.</p>
<p>Kang Nilna n team,<br />
mau lapor perkembangan Amira -alias Siti- saja. Pada rapor semester 1 di kelas 1 SD desember lalu, nilai Amira berada di sekitar rata-rata kelas. +/- 0,1 sd 0,2 lah. Tapi ada 2 point yang agak jauh di atas rata-rata ( >0,5 ) yaitu : berbicara dalam bahasa indonesia dan berbicara dalam bahasa inggris. Hehe, saya senang sekali melihatnya. Komentar gurunya, jika diminta menceritakan ulang atau menceritakan gambar, Amira sering menceritakan dengan kata-kata pilihannya sendiri, bukan sekedar mengulang kata bu guru.</p>
<p>Selain itu, sampai saat ini Amira masih konsisten kalau ditanya cita-cita dia akan jawab ingin menjadi komikus. Paling sering sih dia menggambar ulang tokoh-tokoh komik dari buku atau tv. Beberapa kali dia membuat sendiri kisah dalam bentuk gambar berseri. Saya senang saja mengamati perkembangannya. Dari gambar yang tadinya sama sekali tidak mirip aslinya, sampai setelah banyak pengulangan dia bisa menggambar dengan detail yang jauh lebih lengkap.</p>
<p>Satu hal menarik lagi, Amira punya ketertarikan terhadap sesuatu yang puitis/teatrikal. Sejak mengenal istilah kata-kata berima, dia sering menggunakannya saat berkomunikasi. Pun ketika sedang marah. Setelah ngomel : Amira kan jadi kesel, sebel&#8230;. Detik berikutnya, dia bicara lagi, eh, Mah, tadi kan kalimat berima, kesel, sebel, hehe&#8230;<br />
Saat lain, dia ingin ditemani ke kamar padahal saya masih di kamar mandi. Saat saya keluar kamar mandi, tampak Amira di muka pintu, menadahkan kedua tangan sambil berlutut dan menatap kepada saya dan berkata, &#8220;temani daku ibunda&#8221;. Deuhhh, gak kuku deh&#8230;.<br />
Banyak lagi peristiwa sejenis.</p>
<p>Yang ingin saya sampaikan,<br />
&#8220;Thanks ya. Pengalaman 2 hari ikut family writing hampir setahun yang lalu, turut mewarnai kondisi Amira hari ini.&#8221;</p>
<p>Annis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
