Belajar Membaca | Belajar Bisnis Internet | Sekolah Menulis | Dunia Parenting
 
EBOOK BARU: CARA MENGATASI BERBAGAI KESULITAN MENGAJAR ANAK BISA DAN SUKA MEMBACA
Ebook Plus Bahan-Bahan Mengajar dengan pendekatan Multi-Metode Download Disini!


Mon
17
Oct

Belajar Membaca: Bisa Karena Biasa

Posting by maya

Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman yang bertanya tentang Cara Mengajar Anak Membaca. Kupasan lengkap sudah saya buat dalam sebuah EBOOK BELAJAR MEMBACA. Silakan download disini! Semoga bermanfaat

Zaman dulu, anak 5 tahun bisa membaca adalah sesuatu yang langka. Orang tua juga jadi kecipratan bangga. Tapi saat ini, di mana dunia aksara sudah makin mewabah, akses terhadap bahan bacaan kian mudah, anak 3 tahun bisa membaca juga bukan lagi perkara langka. Persoalannya, bagaimana membuat anak-anak bisa membaca?

Berdasarkan pengalaman saya, cara mengajar anak membaca sebenarnya tidak membutuhkan hal-hal yang baku, rumit, dan sangat terstruktur. Saya memang mengajar anak pertama dengan metode yang lumayan butuh pengorbanan, yaitu metode Glen Doman. Tiap malam sibuk bikin kartu baca. Tapi lucunya, untuk mengajari anak kedua, saya hanya pakai buku tulis biasa plus pensil/balpoin. Belajarnya hanya 5 menit sebelum tidur atau pas waktu senggang. Saya pun baru memulainya pada usia 4,5 tahun.
Baca selengkapnya, klik disini!;

Sat
15
Oct

Mengenal sosok jean piaget sang tokoh anak

Posting by dedi

Jean Piaget dikenal di seluruh dunia dan masih menjadi inspirasi dalam bidang-bidang seperti psikologi, sosiologi, pendidikan, epistemologi, ekonomi dan hukum. Ia telah menerima banyak penghargaan dan gelar kehormatan di seluruh dunia.

Pandangannya tentang bagaimana cara kerja berfikir anak ( Jean Piaget and cognitive development theory) dan mengembangkan telah sangat berpengaruh, terutama dalam teori pendidikan.

Anak-anak mempunyai tingkatan wawasan tertentu untuk memahami dunianya; mereka tidak dapat melakukan tugas-tugas tertentu sampai mereka secara psikologis cukup dewasa/matang untuk melakukannya. Ia mengusulkan bahwa pikiran anak-anak tidak berkembang sepenuhnya dengan lancar, ada titik-titik tertentu di mana ia “lepas landas” dan bergerak ke daerah-daerah baru dengan kemampuan.

Dia melihat proses transisi ini berlangsung sekitar 18 bulan, 7 tahun dan 11 atau 12 tahun. Sehingga cara-cara mengajar dikemas dengan jalan atau cara tertentu sesuai dengan tahapan tersebut, yang hal ini menjadi konsep dalam pembuatan kurikulum.

Tahapan dari Pengembangan Kognitif
Sensori-motor (Lahir-2 tahun)
Membedakan diri dari objek, belajar dari pusat dari tindakan dan mulai bertindak dengan sengaja: misalnya menarik tali ponsel dan membuat gerakan atau getaran mainan, sehingga dapat menimbulkan suara.

Pra-operasional (2-7 tahun)
Belajar untuk menggunakan bahasa dan merepresentasikan objek dengan gambar dan kata-kata, Berpikir masih egosentris: memiliki kesulitan mengambil sudut pandang orang lain. Mengklasifikasikan objek dengan satu fitur: misalnya semua kelompok kotak adalah merah, terlepas dari bentuknya.

Operasional konkrit (7-11 tahun)
Dapat berpikir logis tentang obyek dan peristiwa, Konservasi mencapai angka umur 6, 7, Menggolongkan benda menurut beberapa fitur dan dapat menjadikannya dalam seri sepanjang satu dimensi seperti ukuran.

Operasional formal (11 tahun ke atas)
Dapat berpikir logis tentang proposisi abstrak dan menguji hipotesis, dan dapat berfikir sistematis, Menjadi peduli dengan dugaan, masa depan, dan masalah-masalah ideology.

Barangkali itu sejekedar profil jean piaget, untuk artikel lainnya silahkan kunjungi blog ini Go-Learning

Tue
24
Aug

Pentingkah Literasi dini?

Posting by dedi

Baik, saya berani mengatakan bahwa tingkatan kecerdasan anak berimbang dengan tingkat literasi orang tua. Hal ini sudah banyak didukung dengan hasil-hasil penelitian.

SEMAKIN TINGGI TINGKAT LITERASI ORANG TUA MAKA SEMAKIN TINGGI PULA TINGKAT LITERASI ANAK (HIPOTESIS YANG SUDAH TERBUKTI).

Memandang persoalan literasi adalah kegiatan yang penting, sangat mungkin dan strategis ketika praktik-praktik tersebut diperkenalkan sejak usia dini dan menjadi pembelajaran (learning).

Mereka yang nota bene kebiasaannya berjelajah dengan lingkungannya, artefak literasi (literacy) memungkinkan memberikan pengalaman berharga bagi anak untuk mengenal huruf dan tulisan yang secara teoritis lebih memberikan kesempatan anak untuk lebih cepat menguasai baca tulis pada saat memasuki usia sekolah (learning).

Selain hal tersebut implikasinya adalah, paling tidak, anak-anak memiliki kesadaran awal tentang budaya literasi, serta budaya baca dan tulis merupakan bagian aktifitas keseharian, setelah mereka melihat apa yang dilakukan bersama orang tua.

Kesadaran ini akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan mereka, sehingga mereka akan memandang bahwa kegiatan literasi merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan anak selanjutnya, karena melalui kegiatan ini mereka tahu banyak hal yang telah diperolehnya, mencari dan menemukan kesenangan akibat dari aktifitas tersebut.

Nah sebaiknya bagi orang tua yg bijak, libatkan anak dalam kegiatan literasi, misalnya ketika baca majalah, koran, dll. Pelibatan anak dalam praktik literasi merupakan modal yang penting dalam rangka memotivasi anak menyenangi dan akrab terhadap bacaan, karena dukungan (support) dari orang tua salah satu penentu bagi anak dalam belajar.

Bagi anak usia dini pelibatan merupakan faktor yang dapat mendukung proses sehingga ia memperoleh pengetahuan. Anak yang terlibat dalam kegiatan literasi oleh orang tua dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dikarenakan anak merasa menjadi bagian pelaku dalam kegiatan tersebut, dan anak mendengar perbincangan langsung dari orang tua misalnya ketika orang tua memperbincangkan suatu berita yang terjadi dari koran yang sedang mereka baca.

Ok, info lebih lanjut silahkan kunjungi blog saya… go learning

Fri
18
Sep

Tokoh Idola Anak-Anak

Posting by maya

oleh Maya – Pendidikan Rumah

Saat berumur 3 tahun anak saya Luqman (sekarang 5 tahun) sempat mengidolakan Naruto, karena anak tetangga kami yang sebaya dengannya sering memakai atribut-atribut sang hero itu. Meskipun tidak pernah menonton filmnya di rumah, rupanya sempat sesekali ia ikut menonton saat main ke rumah temannya itu. Akibatnya, ia jadi suka main tembak-tembakan walaupun pura-pura. Keluar pula kata-kata serampangan, “Bodoh! baong!” dan lain sebagainya.

Karena khawatir tokoh itu terus hidup di kepalanya, saya stop acara kunjungan ke rumah tetangga buat anak saya. Ia hanya boleh main di halaman dan tidak boleh main di dalam rumah temannya. Saya coba ganti sosok tokoh idola buat anak saya dengan memberikan jadwal nonton film animasi lain, waktu itu ada Barrenstein Bear di Space Toon. Alhamdulillah berhasil. Ceritanya sangat bagus, tapi sayang kemudian berhenti penayangannya.

Waktupun berlalu, dan sepertinya tokoh idola itu memang selalu dicari oleh anak saya.
Baca selengkapnya, klik disini!;

Wed
9
Sep

aku dan anak ku

Posting by anggia siregar

Waktu memang nggak terasa..sepertinya terus berlari kencang tanpa bisa di hentikan..16 tahunn..anakku sudah 16 tahunnn..ihhhh…cepat kali yaa…rasanya baru kemaren aq masih menggendongnya..masihh mengajarinya berjalan…sekarang…ya ampuunn kau sudah besar dan remaja.

Walaupun terkadang kau bukan seperti anakku..tapi..kau lebih sering sebagai teman dekat ku..kita cerita bersama, kita tertawa bersama…lucuuu yaaa.

Kau bilang, teman-teman mu cemburu kali padamu..karena kau beruntung punya mama sepeti aq..hahahahhaa..masak sihh..*sambil terus mikirrr bener nggak yaaa..*

Hal yang paling aq suka saat kita duduk berdua di teras atas rumah kita..tempat favorit ku pastinya. kita mulai dengan saling meledekkk..kadang-kadang kita gosipin si papa…stttt..stttt rahasia kita ajah yaaa…:)

Kau suka bertanya yang kadang-kadang cenderung..WTK..(want to knows ajahhh..) “mahh..memangnya mamah ngapain ajah sihh kalau ketemu temen mama..”..

Aku pasti bilang..’idiihhh mau tau ajah…keki..week..”
hahahhahaha kaw pasti ketawa..’allaaaahh mamah payaaahhh…’
memangnya abang..(aq memanggilnya abang..karena dia anakku paling besar..).kalok sama teman abang ngapaiinn..
‘yaa beda kali maahhh..’..kalo abang kan masihh muda..pastinya senang2 lah maaa…’
Baca selengkapnya, klik disini!;

Wed
9
Sep

BERCERITA ISI BUKU (STORY BOOK READING)

Posting by Dedi Haryono

by:  Dedi haryono

Info lebih lanjut silahkan kunjungi infopaud.com sorry kontennya masih sepi soalnya baru dibikin

Tracey (Wortham, 2006) menganjurkan 9 gagasan yang dapat dilakukan orang tua dalam bercerita isi buku dengan anak:

1. Get your children to talk.

Anak-anak belajar melalui percakapan dan pertanyaan. Orang tua dalam hal ini penting sekali umpan terhadap anak sehingga terjadi komunikasi dua arah dan menghargai dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh anak yang diakibatkan oleh respon mereka terhadap buku.

2. Help your children understand the story.

Penting sekali bagi orang tua untuk membantu anak agar mengerti isi cerita, salah satu contoh, orang tua menjelaskan hubungan-hubungan antar kejadian dalam cerita atau para lakon yang ada dalam cerita. Sehingga akhirnya anak mengerti tentang isi dan arah cerita.
Baca selengkapnya, klik disini!;


Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Ebook Gratis Cara Cari Uang Di Internet
Cocok Untuk pemula yang masih gaptek banget dengan bisnis online.
  Peluang Bisnis Terbaru 2012
Cocok buat pemula yang nggak bisa internet marketing

Bisnis Herbal



Mau Cepat Hamil Click here to get Jantung Sehat Tanpa Operasi

Dunia Parenting dan Buku Anak di Facebook


Pustaka Nilna | Ide Usaha | Sekolah Menulis | Bisnis Internet | Internet Money | Free Hosting
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Pelatihan Jurnalistik | Belajar Membaca | Keynote Speaker | Bisnis Hosting